Penulis
KOMPAS.com - Masalah food waste (sisa pangan) masih dijumpai di Indonesia. Pada tahun 2020, Indonesia berada di urutan keempat sebagai negara dengan food waste terbanyak.
Food waste yang dihasilkan sektor rumah tangga di Indonesia pada periode tersebut mencapai 20.94 juta metrik ton, dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa (16/5/2023).
Baca juga:
Tidak hanya itu, potensi food waste di Indonesia mencapai 23-48 juta ton per tahun, setara dengan 115-184 kilogram per orang per tahun. Dilansir dari laman Badan Pangan Nasional, Selasa (2/12/2025), bila dijadikan edible food waste, jumlah tersebut cukup memberi makan 61–125 juta orang.
Lantas, bagaimana cara mengurangi food waste dengan lebih sederhana? Simak caranya berikut.
Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.Penulis buku masakan, Carleigh Bodrug menuturkan, ia punya kebiasaan lama memberli makanan tanpa mengecek stok di rumah.
Waktu itu, ia pernah membeli oat baru padahal masih punya tiga bungkus yang sudah terbuka di rumah.
Bodrug menyarankan untuk membuat daftar belanja. Tuliskan rencana makan dalam seminggu, lalu cek isi kulkas dan pantry sebelum pergi belanja. Kebiasaan ini mencegahmu membeli makanan berlebih dan membantu mengurangi belanja impulsif.
"Hal terburuk yang kita lakukan adalah... pergi ke supermarket ketika lapar," ucap Bodrug, dikutip dari AP.
Sementara itu, Co-Founder dari Spare Food Co., Adam Kaye menambahkan, sebaiknya tidak membeli satu kemasan besar jika hanya butuh sedikit. Sebagai contoh, jangan membeli tujuh lemon jika kamu hanya butuh satu.
Baca juga:
Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.Cara penyimpanan makanan memengaruhi kualitas, sekaligus meminimalisasi food waste. Beda jenis makanan, beda pula saran penyimpanannya.
Dikutip dari laman Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), makanan kering seperti beras sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruangan, sedangkan roti sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di lemari makanan.
Sementara itu, sayur-sayuran segar sebaiknya disimpan di vegetable drawer atau laci paling bawah kulkas. Sementara itu, saus dan susu sebaiknya disimpan di rak di bagian pintu kulkas.
Cara sederhana lainnya adalah memastikan kemasan makanan yang terbuka ditutup rapat sehingga makanan di dalamnya tidak cepat basi atau rusak.
Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.Banyak bagian bahan makanan yang sebenarnya bisa dimakan, tapi dibuang begitu saja.
"Batang, tangkai, dan tulang daun sayuran tersebut sepenuhnya dapat dimakan," ucap Kaye.
Ia mencontohkan, biasanya ia memasukkan batang parsley, batang cilantro, dan bahkan kulit sayuran ke dalam masakan.
Sementara itu, Bodrug pun menggunakan sisa sayuran, seperti kulit bawang putih dan potongan kecil wortel, sebagai bahan membuat kaldu.
Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.Kaye punya empat resep penyelamat saat bahan makanan hampir rusak yaitu frittata, stir fry (tumisan), smoothie, dan pesto.
Buah-buahan yang sudah lembek, misalnya, ia masukkan ke blender untuk membuat smoothie. Ia juga mencampurkan sisa-sisa sayuran, sedikit sosis, dan telur agar menjadi frittata.
Nasi goreng juga bisa jadi solusi makanan terakhir sebelum bahan makanan tersebut basi.
Baca juga:
Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.Chef Dan Barber, pendiri restoran WastED, mengatakan bahwa mengurangi sampah makanan butuh kemauan untuk memasak.
"Untuk benar-benar memasak... yang mengubah sesuatu yang tidak lezat menjadi sesuatu yang nikmat," kata Barber.
Kamu sebaiknya terlibat langsung dalam proses memasak sehingga akan lebih menghargai bahan makanan dan tidak mudah membuangnya.
Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.
Setelah berbelanja, simpanlah bahan makanan yang masa kedaluwarsanya masih lama di bagian belakang lemari makanan atau kulkas.
Sementara itu, bahan makanan yang sudah lebih dulu dibeli dan akan kedaluwarsa sedikit lagi sebaiknya dipindahkan ke bagian depan lemari makanan atau kulkas.
Langkah ini memastikan bahan makanan yang sudah hampir kedaluwarsa tersebut untuk segera diolah.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya