KOMPAS.com - Mikroplastik telah menyusup ke seluruh sistem pertanian dan mencemari pakan ternak, menurut studi terbaru di Journal of Hazardous Materials. Akibatnya, ternak pun menelan mikroplastik dalam jumlah yang tak disadari saat memakan pakan mereka.
Studi ini juga ingin mengetahui apa yang terjadi ketika mikroplastik ini masuk ke dalam rumen atauu lambung sapi.
Baca juga:
"Penelitian kami merupakan langkah pertama untuk memahami konsekuensi biologis dari paparan mikroplastok pada hewan ternak," kata rekan penulis studi tersebut, Daniel Brugger dari Universitas Zurich, dilansir dari Earth, Rabu (3/12/2025).
Mikroplastik disebut memasuki ekosistem pertanian melalui berbagai sumber, seperti bungkus silase, lumpur, kemasan, atau ban yang aus. Ukuran partikelnya yang sangat kecil memungkinkannya menembus tanah dan mencemari tanaman atau pakan ternak, yang akhirnya akan dikonsumsi oleh sapi, dilansir dari Earth, Rabu (3/12/2025).
Lantas, apa yang peneliti temukan?
Baca juga:
Studi mengungkap, mikroba di rumen tidak hanya mencerna pakan, tetapi juga bereaksi terhadap partikel plastik. Beberapa partikel kemungkinan kehilangan massa atau terfragmentasi menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.
Para ilmuwan juga berpendapat bahwa gesekan mekanis dari pakan, bersama dengan enzim mikroba, dapat mulai merusak permukaan plastik.
Namun, mikroplastik jelas-jelas mengganggu ekosistem pencernaan sapi. Misalnya saja mikroplastik mengurangi protein yang digunakan untuk metabolisme karbohidrat dan asam amino pada sapi.
Semakin kecil ukuran partikel mikroplastik, semakin besar dampaknya karena peningkatan kontak fisik dan luas permukaan untuk interaksi dengan mikroba rumen.
Selain itu, mikrobioma di usus yang tertekan karena mikroplastik juga dapat mengurangi efisiensi pakan. Hal ini melemahkan kinerja hewan dan meningkatkan biaya produksi.
"Studi kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa mikroplastik tidak hanya melewati saluran pencernaan hewan ternak. Sebaliknya, mereka berinteraksi dengan mikrobioma usus, mengubah proses fermentasi, dan sebagian terurai,” terang peneliti di Universitas Hohenheim, Jana Seifert.
Selain itu, tak hanya berdampak pencernaan ternak, mikroplastik dapat menyebar ke luar rumen. Partikel yang lebih kecil dari 100 mikrometer dapat melewati penghalang usus. Begitu berada di dalam jaringan, partikel tersebut dapat terakumulasi di organ.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pangan karena daging, susu, dan produk hewani lainnya dapat mengandung fragmen kecil tersebut.
Baca juga: Krisis Iklim Perburuk Kualitas Ternak, Rasa Susu dan Keju Berubah
Mikroplastik telah menyusup ke sistem pertanian dan mencemari pakan ternak. Apa dampaknya? Simak penelitian terbaru ini. Pada hewan muda atau yang stres, serpihan plastik dapat lebih mudah masuk ke jaringan. Hal ini meningkatkan risiko perpindahan plastik melalui rantai makanan yang lebih luas.
"Polusi plastik bukan hanya masalah lingkungan 'di luar sana'. Polusi plastik memiliki konsekuensi biologis langsung bagi hewan ternak dan berpotensi bagi manusia melalui rantai makanan," kata Cordt Zollfrank dari Universitas Teknik München.
Para peneliti menyerukan pengendalian yang lebih baik atas penggunaan plastik di pertanian. Membatasi plastik ini dapat membantu melindungi hewan dan manusia yang bergantung ternak.
Studi ini pada akhirnya memberikan bukti baru kepada regulator dan dokter hewan bahwa mikroplastik mengubah aktivitas mikroba dan dapat menyusut ukurannya selama proses pencernaan. Interaksi ini harus dipertimbangkan ketika menetapkan batas aman untuk kontaminasi pakan.
Baca juga: Menteri LH: Bagaimana Tidak Hujan Mikroplastik, Semua Sampah Ditumpuk
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya