Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei HSBC: 95 Persen CEO Anggap Transisi Iklim Peluang Pertumbuhan Bisnis

Kompas.com, 12 Desember 2025, 15:30 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Hampir semua perusahaan dan sebagian besar investor institusional melihat pertumbuhan dan peluang komersial dari transisi iklim, menurut survei baru yang dirilis oleh HSBC.

Kesimpulan tersebut didapat setelah HSBC melalui FTI Consulting melakukan dua survei yang mengumpulkan tanggapan dari lebih dari 1.650 pengambil keputusan bisnis senior di seluruh perusahaan di 12 pasar global, dan 500 investor institusional global.

Melansir ESG Today, Kamis (11/12/2025) survei tersebut menemukan bahwa pandangan perusahaan tentang keberlanjutan telah bergeser dari mitigasi risiko ke pertumbuhan dan penciptaan nilai.

Sebanyak 95 persen pemimpin bisnis menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa transisi iklim menawarkan peluang komersial bagi perusahaan mereka, termasuk 37 persen yang menggambarkannya sebagai "area fokus strategis utama."

Menurut HSBC, survei ini menunjukkan bahwa pandangan perusahaan mengenai inisiatif keberlanjutan mungkin bergeser ke arah pengakuan keberlanjutan sebagai faktor strategis, alih-alih terutama sebagai kewajiban lingkungan.

Baca juga: Survei Morgan Stanley: 80 Persen Investor Siap Tambah Alokasi Investasi Berkelanjutan

Hal ini didukung oleh 99 persen pemimpin bisnis yang setuju bahwa transisi iklim akan menjadi sangat penting atau ekstrem dalam mendukung keunggulan kompetitif perusahaan selama tiga tahun ke depan, dan 72 persen menempatkan ketahanan bisnis sebagai manfaat utama dari strategi transisi iklim mereka.

Demikian pula, para pemimpin bisnis juga memandang kelalaian dalam mengatasi perubahan iklim sebagai sumber risiko finansial dan strategis.

Gangguan operasional atau biaya yang lebih tinggi muncul sebagai konsekuensi yang paling sering disebutkan dari kegagalan mencapai target iklim (39 persen), diikuti oleh kerusakan reputasi (35 persen), dan hilangnya kepercayaan investor atau tantangan pembiayaan (34 persen).

Selain itu, laporan menemukan bahwa pandangan perusahaan terhadap keberlanjutan dan transisi iklim selaras dengan sentimen investor, di mana 96 persen investor melaporkan bahwa isu iklim dan lingkungan akan penting bagi strategi investasi organisasi mereka dalam tiga tahun ke depan.

Faktor keuangan dan strategis adalah kunci, dengan peningkatan kinerja keuangan jangka panjang (47 persen) dan manajemen risiko (44 persen) muncul sebagai pendorong utama yang disebutkan untuk mengintegrasikan faktor iklim dan lingkungan ke dalam strategi investasi.

Serupa dengan itu, 79 persen investor mengidentifikasi korelasi positif antara integrasi keberlanjutan dan kinerja keuangan jangka panjang.

Survei tersebut juga menemukan indikasi peningkatan investasi terkait keberlanjutan dari kedua kelompok tersebut, dengan 73 persen investor melaporkan peningkatan aset yang selaras dengan kriteria investasi berkelanjutan selama setahun terakhir.

Sementara itu, proporsi perusahaan yang berencana mengalokasikan setidaknya 10 persen dari belanja modal untuk inisiatif iklim diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat dari 14 persen saat ini menjadi 29 persen dalam tiga tahun.

Peran keuangan berkelanjutan dan teknologi dalam transisi

Laporan tersebut juga menemukan peran kunci bagi keuangan berkelanjutan dan teknologi iklim dalam strategi transisi perusahaan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau