Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panas Ekstrem dan Kelembapan Bisa Berdampak pada Janin

Kompas.com, 24 Desember 2025, 16:35 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kondisi panas dan lembap bisa memengaruhi anak dalam kandungan, khususnya terkait perkembangan mereka nantinya, menurut studi terbaru dari University of California, Santa Barbara, Amerika Serikat.

"Paparan terhadap kondisi panas dan lembap di dalam rahim berbahaya bagi kesehatan anak, dan lebih berbahaya daripada hanya suhu panas," kata penulis utama studi tersebut, sekaligus mahasiswa doktoral di bawah bimgingan Kathy Baylis di Departemen Geografi, Katie McMahon, dilansir dari Down to Earth, Rabu (24/12/2025).

Baca juga: 

Kombinasi panas dan lembap merupakan kondisi yang berbahaya bagi ibu hamil.

Tubuh manusia mendinginkan diri dengan cara berkeringat. Namun, dalam kondisi yang sangat lembap, keringat tidak bisa menguap dan membuat tubuh ibu hamil tak bisa mendinginkan tubuh mereka.

Adapun hasil studi didapat setelah peneliti melihat efek paparan prenatal terhadap kondisi yang sangat panas dan lembap pada kesehatan anak-anak di Asia Selatan.

Sebagai informasi, studi ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances, dengan judul "Does Humidity Matter? Prenatal Heat and Child Health in South Asia".

Selain McMahon, penulis studi ini adalah Kathy Baylis, Stuart Sweeney, dan Chris Funk.

Kondisi panas dan lembap memengaruhi janin 

Studi terbaru menemukan, panas dan kelembapan saat hamil dapat mengganggu pertumbuhan janin dan berdampak serius pada tinggi badan anak.Shutterstock/Panorama Images Studi terbaru menemukan, panas dan kelembapan saat hamil dapat mengganggu pertumbuhan janin dan berdampak serius pada tinggi badan anak.

Lantas, seperti apa sebenarnya dampak kondisi panas dan lembap pada janin?

Untuk mengetahuinya, penulis studi melihat tinggi badan berdasarkan usia yakni rasio tinggi badan anak dibandingkan dengan rata-rata untuk usia mereka.

Rasio ini merupakan indikator umum yang digunakan untuk status kesehatan kronis pada anak-anak di bawah usia lima tahun.

Para peneliti mengumpulkan data kesehatan anak dari Survei Demografi dan Kesehatan (DHS), survei rumah tangga skala besar dan komprehensif tentang kesehatan masyarakat dan demografi.

Sementara itu, data cuaca harian mereka dihasilkan oleh Pusat Bahaya Iklim University of California, Santa Barbara.

Baca juga:

Sebagian besar pekerjaan melibatkan pengaitan data demografi dan survei dengan data panas dan kelembaban untuk mengidentifikasi paparan panas prenatal.

Setelah itu, para penulis menjalankan data tersebut melalui model statistik mereka dengan ambang batas suhu, kelembaban, dan pertumbuhan yang dipilih dengan cermat.

Ambang batas tersebut adalah 35 derajat celsius untuk suhu udara dan 29 derajat celsius untuk wet bulb globe temperature (ukuran tingkat stres panas di bawah sinar matahari langsung), yang memperhitungkan empat faktor yang memengaruhi stres panas yaitu suhu udara, kelembapan, sumber panas radiasi, dan aliran udara.

"Kami membutuhkan ambang batas panas dan panas-lembab yang dapat dibandingkan dan pendekatan ini membawa kami pada dua ambang batas yang terjadi dengan frekuensi hampir sama di Asia Selatan," kata McMahon.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau