Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teknologi AI Jadi Cara Industri Berat Kejar Target Nol Emisi

Kompas.com, 7 Januari 2026, 16:45 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Laporan dari IFS dan PwC UK berpendapat, pengurangan emisi tercepat selama dekade mendatang untuk industri "berat" bisa terwujud lewat pengoperasian aset-aset yang sudah ada secara lebih cerdas.

Alih-alih hanya mengandalkan hidrogen, penangkapan karbon skala besar, atau bahan bakar alternatif, laporan tersebut menyoroti AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) industri sebagai solusi yang sudah memberikan hasil yang terukur dalam mengurangi emisi.

Baca juga:

Adapun AI industri adalah penggunaan kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk sektor manufaktur, energi, pertambangan, dan infrastruktur, dilansir dari Know ESG dan ESG News, Rabu (7/1/2026).

Sebagai informasi, bersama-sama, industri "berat" seperti baja, semen, kimia, minyak dan gas, penerbangan, pelayaran, serta angkutan darat bertanggung jawab atas sekitar 40 persen emisi gas rumah kaca global. 

Pakai AI industri untuk kejar target nol emisi

AI industri tak hanya ikut perintah, tapi juga mengamati

Laporan IFS dan PwC UK menyebut AI industri mampu memangkas emisi industri berat secara cepat dan terukur.Pexels/Ahmed Muntasir Laporan IFS dan PwC UK menyebut AI industri mampu memangkas emisi industri berat secara cepat dan terukur.

AI industri dikembangkan berdasarkan otomatisasi tradisional dan kontrol proses dengan menambahkan data real time, machine learning, dan daya komputasi yang dapat diskalakan.

AI industri tidak hanya mengikuti perintah, tapi juga mengamati. Salah satu kelebihannya adalah menciptakan optimasi yang dapat belajar mandiri secara terus menerus menyesuaikan bagaimana aset dioperasikan sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi emisi.

Menurut data IFS, operasional layanan lapangan, seperti aktivitas teknisi yang berkeliling memperbaiki mesin atau truk pengantar barang, telah mencapai rata-rata pengurangan total jarak tempuh sebesar 37,1 persen.

AI industri pun membantu menemukan rute terpendek agar tidak boros bensin.

Hal ini secara langsung menurunkan konsumsi bahan bakar, memangkas emisi Scope 3, dan meningkatkan produktivitas.

Di sektor manufaktur dan sektor intensif energi lainnya, penjadwalan sadar karbon (carbon-aware scheduling) telah mengurangi emisi Scope 2 hingga 47,6 persen dengan mengalihkan produksi ke periode ketika intensitas karbon pada jaringan listrik lebih rendah.

Baca juga:

Laporan IFS dan PwC UK menyebut AI industri mampu memangkas emisi industri berat secara cepat dan terukur.Dok. SHUTTERSTOCK Laporan IFS dan PwC UK menyebut AI industri mampu memangkas emisi industri berat secara cepat dan terukur.

Perbaikan kecil yang dilakukan berulang kali, seperti optimalisasi rute, pemeliharaan prediktif, dan pengurangan perbaikan darurat, memberikan efek berantai pada seluruh armada dan fasilitas.

Secara kolektif, hal-hal tersebut memberikan pengurangan emisi secara instan, sekaligus memperkuat margin keuntungan dan ketahanan operasional.

AI industri juga menghasilkan data keberlanjutan yang dapat dilacak dan diaudit secara langsung dari kegiatan operasional sehingga mengurangi ketergantungan pada pelaporan manual.

Lebih lanjut, laporan menyebut menggabungkan penerapan AI yang bertanggung jawab dengan dekarbonisasi yang kredibel dapat mendukung pertumbuhan ekonomi bersih sekitar 37 persen pada tahun 2035.

Dengan catatan digital dari setiap keputusan dan perubahan operasional, AI industri juga dapat memperkuat kepercayaan dalam pelaporan emisi Scope 1, 2, dan 3.

Baca juga: AI Jadi Ancaman Jutaan Pekerjaan di Asia, Ini Peringatan PBB

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau