Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Rilis Panduan untuk Bantu Laporan Keberlanjutan dengan AI

Kompas.com, 18 Desember 2025, 15:42 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Google merilis panduan praktis bertajuk AI Playbook for Sustainability Reporting untuk membantu perusahaan terkait laporan keberlanjutan. 

"Kami membagikan panduan praktis untuk membantu organisasi mengoptimalkan dan meningkatkan pelaporan keberlanjutan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI atau artificial intelligence)," tulis Google, dilansir dari laman resmi mereka, Kamis (18/12/2025).

Baca juga:

Menurut Google, transparansi perusahaan sangatlah penting, tapi mengelola data yang terfragmentasi dan proses yang memakan waktu kerap menjadi penghambat kemajuan. 

Lewat panduan ini pula, Google mengungkap alat dan alur kerja yang selama ini mereka gunakan sendiri secara internal untuk menangani laporan dampak lingkungan mereka.

Google merilis AI Playbook for Sustainability Reporting

Dari kerangka kerja hingga prompt

Ilustrasi Gemini AI. Google merilis AI Playbook for Sustainability Reporting untuk membantu perusahaan menyusun laporan ESG dengan bantuan AI.Google Ilustrasi Gemini AI. Google merilis AI Playbook for Sustainability Reporting untuk membantu perusahaan menyusun laporan ESG dengan bantuan AI.

Panduan ini terdiri dari enam bagian yaitu Introduction, Five-step Framework, Opportunity Landscape, Toolkit, Best Practices, dan Conclusion. 

Di bagian Toolkit, misalnya, pengguna bisa melihat beberapa contoh prompt yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya membuat draft jawaban terkait laporan, melakukan analisis data, dan verifikasi. Pengguna bisa memanfaatkan Gemini atau NotebookLM

Sementara itu, di bagian Best Practices, pengguna bisa mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat laporan keberlanjutan

Panduan ini bisa dimanfaatkan oleh tim keberlanjutan, keuangan, dan tata kelola yang tengah menghadapi lonjakan tuntutan pelaporan di bawah kerangka kerja, seperti CSRD, ISSB, dan regulasi pengungkapan nasional yang sedang berkembang.

Google memosisikan panduan ini sebagai respons terhadap beban operasional yang kini mendominasi pelaporan ESG (Environment, Social, Governance), dikutip dari ESG News

Namun, Google secara eksplisit menyatakan bahwa panduan ini bukan bertujuan menggunakan AI untuk memperindah narasi ESG. Sebaliknya, Google memposisikan AI sebagai infrastruktur pelaporan yang mendukung akurasi, konsistensi, dan kesiapan audit.

Baca juga:

Fokus pada 3 bidang

Google merilis AI Playbook for Sustainability Reporting untuk membantu perusahaan menyusun laporan ESG dengan bantuan AI.Dok. Shutterstock Google merilis AI Playbook for Sustainability Reporting untuk membantu perusahaan menyusun laporan ESG dengan bantuan AI.

Lebih lanjut, panduan ini berfokus pada tiga bidang, yang mana AI dapat memberikan nilai operasional secara langsung.

Pertama, menyediakan kerangka kerja terstruktur untuk mengaudit proses pelaporan yang ada dan mengidentifikasi di mana otomatisasi dapat mengurangi hambatan.

Kedua, menawarkan paket awal template perintah yang disesuaikan untuk tugas-tugas keberlanjutan umum, termasuk validasi data, penyusunan narasi, dan menjawab pertanyaan dari para pemangku kepentingan.

Ketiga, mencakup contoh-contoh terapan tentang bagaimana tim dapat menggunakan alat seperti Gemini dan NotebookLM untuk memverifikasi klaim, melacak sumber data, serta meningkatkan efisiensi tinjauan internal.

Tujuannya bukan untuk menggantikan tim keberlanjutan, melainkan untuk mengambil alih beban kerja tugas administratif yang tidak memerlukan pemikiran strategis.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau