KOMPAS.com - Perjalanan udara menghasilkan sekitar 2,5 persen dari seluruh emisi CO2 global.
Mengingat jumlahnya yang cukup besar, berbagai upaya untuk mengurangi emisi dari perjalanan udara pun terus dilakukan.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Baru-baru ini mereka mengembangkan mesin pesawat hibrida berbasis hidrogen.
Teknologi tersebut diklaim dapat memangkas emisi penerbangan sehingga dapat mendukung perjalanan udara yang berkelanjutan.
Baca juga:
Mengutip Science Alert, Kamis (27/2/2025) sistem hibrida sebenarnya telah dikembangkan sebelumnya tetapi apa yang membedakan dengan mesin yang disebut dengan Hydrogen Hybrid Power for Aviation Sustainable Systems (Hy2PASS) ini adalah terletak pada penggunaan pengendali udara.
Dalam sistem pesawat hibrida, biasanya terdapat sel bahan bakar dan turbin gas.
Sel bahan bakar mengambil hidrogen sebagai masukan dan menciptakan energi listrik sebagai keluaran.
Dalam sistem hibrida yang umum, energi listrik ini akan menggerakkan kompresor, yang keluarannya secara langsung dihubungkan untuk memutar turbin.
Namun, dalam Hy2PASS, kompresor itu sendiri dipisahkan dari turbin, meskipun masih memasok oksigen ke turbin.
Kemudian, kompresor juga memasok oksigen ke katode sel bahan bakar, yang memungkinkannya untuk terus beroperasi.
Metode ini memiliki beberapa keuntungan, tetapi yang paling signifikan adalah memungkinkan peningkatan efisiensi yang dramatis.
Panas buangan yang dihasilkan pada sambungan mekanis tersebut dihilangkan dengan melepaskan kompresor secara langsung dari turbin.
Baca juga:
Selain itu, kompresor dapat dijalankan pada tekanan yang berbeda, yang memungkinkan algoritme untuk mengoptimalkan kecepatannya sambil mengabaikan kecepatan turbin yang diperlukan.
Namun yang paling penting, emisi dari seluruh sistem pada dasarnya hanyalah air. Jadi, sistem hibrida ini secara efektif menghilangkan emisi yang dihasilkan oleh mesin hibrida semacam ini secara keseluruhan.
Masih perlu waktu yang cukup panjang untuk mewujudkan sistem tersebut. Namun jika proyek berhasil, teknologi ini akan menjadi pemain kunci dalam menghilangkan emisi dari salah satu industri terpenting di dunia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya