KOMPAS.com - Lautan dunia mencatat rekor baru karena menyerap panas tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025. Panas yang terakumulasi di lautan sepanjang 2025 dinilai meningkat sekitar 23 zetta Joule, setara dengan hampir empat dekade konsumsi energi primer global.
Para peneliti lantas memperingatkan dampak pemanasan global yang kian intens, sekaligus memperbesar risiko kenaikan permukaan laut, badai ekstrem, hingga kematian terumbu karang.
Baca juga:
“Hasil penelitian 2025 menegaskan bahwa lautan terus menghangat,” kata Oseanografer Mercator Ocean International, Karina von Schuckmann, dilansir dari AFP, Selasa (13/1/2026).
Studi mengungkap laut menghangat drastis sepanjang 2025. Kondisi ini meningkatkan risiko kenaikan muka laut.Schuckmann menjelaskan, para peneliti yang mencakup lebih dari 50 ilmuwan di 31 lembaga riset menggunakan berbagai sumber data, termasuk armada ribuan robot terapung pelacak perubahan laut hingga kedalaman 2.000 meter.
Menurut dia, pengamatan di kedalaman laut memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat fluktuasi suhu di permukaan.
Hal tersebut menjadi indikator yang lebih baik tentang bagaimana lautan merespons tekanan terus-menerus dari emisi yang dihasilkan manusia.
Lautan, kata Schuckmann, merupakan pengatur utama iklim bumi lantaran menyerap 90 persen panas berlebih di atmosfer akibat pelepasan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dari aktivitas manusia.
Baca juga:
Namun, dalam studi yang terbit di jurnal Advances in Atmospheric Sciences ini, kelebihan energi tersebut justru berdampak pada lebih hangatnya lautan, peningkatan kandungan uap air di atmosfer, memperkuat siklon tropis, serta meningkatkan hujan ekstrem yang merusak.
Di samping itu, peneliti menegaskan bahwa perairan yang lebih panas menaikkan permukaan laut. Hal itu berpotensi menyebabkan kematian terumbu karang.
“Selama bumi terus mengakumulasi panas, kandungan panas laut akan terus meningkat, permukaan laut akan naik, dan rekor-rekor baru akan tercipta,” tutur Schuckmann.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya