Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengelolaan Terukur dan Berkelanjutan, UOB Plaza Raih Sertifikat Bangunan Hijau GBCI

Kompas.com, 19 Januari 2026, 19:24 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Green Building Council Indonesia (GBCI) memberikan anugerah sertifikat dan plakat Greenship Existing Building v1.1 peringkat Gold kepada UOB Plaza pada 12 Januari 2026.

Penyerahan dilakukan Sekretaris Jenderal GBCI, Iparman Oesman kepada Wholesale Banking Director UOB Indonesia, Harapman Kasan yang didampingi jajaran manajemen UOB Indonesia dan UOB Property.

Iparman Oesman menegaskan bangunan memiliki peran penting penting sebagai salah satu solusi perubahan iklim. Bangunan memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi energi dan emisi karbon.

Di Indonesia, sebagian besar aktivitas perkantoran dan bisnis masih berlangsung di bangunan yang telah lama beroperasi. Karena itu, pengelolaan bangunan eksisting menjadi kunci dalam upaya menurunkan emisi dan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam.

Dia menjelaskan, UOB Plaza yang telah beroperasi selama 19 tahun di kawasan pusat bisnis Jakarta, menunjukkan bahwa bangunan eksisting tetap dapat beradaptasi dan dikelola secara ramah lingkungan.

“Bangunan eksisting memiliki peran penting dalam agenda iklim Indonesia. Cara bangunan dikelola akan mempengaruhi konsumsi energi, kualitas lingkungan dalam ruang, dan penggunaan sumber daya," tegasnya.

"Melalui Greenship, GBCI terus mendorong pengelola gedung untuk melakukan perbaikan kinerja secara terukur dan berkelanjutan,” tambah Iparman Oesman.

Ia menjelaskan, selama hampir dua dekade beroperasi, UOB Plaza menunjukkan bahwa usia bangunan tidak membatasi perannya dalam upaya keberlanjutan.

"Pencapaian ini menggambarkan bagaimana bangunan eksisting dapat terus beradaptasi melalui pengelolaan yang lebih terukur dan berkelanjutan," tuturnya.

Baca juga: Bangunan Hijau: Dulu Tren, Kini Kewajiban

Lebih jauh ia menyampaikan, melalui sistem sertifikasi Greenship, GBCI mendorong pengelola gedung untuk menilai dan meningkatkan kinerja aktual bangunannya, mulai dari efisiensi energi dan air, pengelolaan lingkungan, hingga kesehatan dan kenyamanan dalam ruang.

"Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan berkelanjutan nasional dan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060," pungkasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau