Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBB Rilis Inisiatif Percepat Transisi Energi di Asia Tenggara

Kompas.com, 6 Maret 2026, 08:13 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) meluncurkan inisiatif regional bernama Energy Transition for Green Growth and Prosperity (Transisi Energi untuk Pertumbuhan Hijau dan Kemakmuran atau ETGGP).

Program ini bertujuan membantu negara-negara di Asia Tenggara beralih ke energi bersih, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat, dilansir dari Eco-Business, Kamis (5/3/2026). 

Baca juga:

PBB percepat transisi energi bersih di Asia Tenggara

Kebutuhan akan energi yang melonjak tajam

PBB meluncurkan inisiatif regional untuk percepat transisi energi bersih di Asia Tenggara.Dok. SHUTTERSTOCK PBB meluncurkan inisiatif regional untuk percepat transisi energi bersih di Asia Tenggara.

ETGGP adalah inisiatif berdurasi tiga tahun yang dimulai pada tahun 2026. Program ini didukung oleh komitmen dana awal lebih dari empat miliar dollar Amerika Serikat (AS) (sekitar Rp 62 miliar) dari empat yayasan filantropi.

Keempat yayasan itu adalah ClimateWorks Foundation, Sequoia Climate Foundation, Children’s Investment Fund Foundation, dan Tara Climate Foundation.

Dengan fokus awal pada kawasan Asia Tenggara, ETGGP memberikan dukungan khusus yang disesuaikan dengan prioritas nasional setiap negara.

Peluncuran ini datang di saat yang sangat penting. Kawasan Asia dan Pasifik menyumbang sekitar 60 persen emisi gas rumah kaca dunia dan 80 persen pasokan batu bara global. 

Pada saat yang sama, kebutuhan energi di kawasan ini diprediksi akan melonjak tajam menjelang pertengahan abad.

Negara-negara di kawasan ini pun sedang mempertimbangkan cara untuk mengurangi emisi sambil tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, ketahanan ekonomi, dan inklusi sosial.

"Pemerintah harus mengarungi transisi ini di tengah berbagai kendala seperti infrastruktur warisan masa lalu, ruang fiskal yang terbatas, lingkungan regulasi yang terus berubah, kapasitas kelembagaan yang beragam, serta kesenjangan pendanaan yang terus terjadi," kata Sekretaris Eksekutif ESCAP, Armida Salsiah Alisjahbana.

ETGGP akan menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan analisis kebijakan, penguatan kelembagaan, kerja sama regional, dan pendanaan hijau.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau