Selanjutnya, meningkatkan pengelolaan limbah dan penerapan model ekonomi sirkular. Hal tersebut mengingat botol plastik, elektronik usang, serta bahan kimia berbahaya lainnya telah membanjiri planet ini dengan polusi.
Konsep ekonomi sirkular menggarisbawahi pentingnya menjaga sumber daya agar tetap bisa dipakai selama mungkin, dengan mendesain ulang, menggunakan kembali, memperbaiki, atau mendaur ulang barang-barang bekas.
Negara-negara dinilai perlu mewajibkan perusahaan untuk bertanggung jawab atas dampak lingkungan dan apa yang terjadi pada produk pada akhir masa pakainya.
Tak hanya itu, negara-negara juga sebaiknya mengharuskan perusahaan mengadopsi standar desain yang membuat produk lebih tahan lama dan semin mudah diperbaiki.
UNEP dalam laporan GEO-7 menegaskan krisis lingkungan kian nyata. Ada lima transformasi besar agar planet tetap layak huni hingga 2050.Pemerintah negara-negara perlu mendorong investasi energi terbarukan. Lebih dari 80 persen energi dunia pada 2023 berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, yang memperburuk krisis iklim pemicu kekeringan, banjir, dan badai.
Untuk menghindari krisis iklim yang parah, laporan GEO-7 menyatakan bahwa negara-negara pemerintah harus meningkatkan produksi energi terbarukan, seperti tenaga angin dan tenaga surya.
Pemerintah negara-negara juga perlu melakukan elektrifikasi transportasi dan sektor lain yang didominasi bahan bakar fosil.
Di lain sisi, pemerintah negara-negara harus mengeksplorasi bahan bakar alternatif, termasuk hidrogen, untuk industri yang sulit untuk dielektrifikasi.
Pada saat yang sama, pemerintah negara-negara harus mengurangi permintaan energi dengan membuat bangunan dan merencanakan kota-kota secara lebih efisien, serta mendorong orang untuk lebih banyak berjalan kaki dan bersepeda.
Baca juga:
Kelima, pemerintah negara-negara perlu mempertimbangkan kembali cara memproduksi dan mengonsumsi makanan.
Sebab, sistem pangan yang tidak berkelanjutan berkontribusi terhadap krisis iklim, polusi, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.
Maka dari itu, pemerintah negara-negara perlu beralih ke pola makan lebih ramah lingkungan, pertanian dan perternakan yang berkelanjutan, serta mengurangi pemborosan makanan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya