Burung hantu terkesan mengganggu lantaran tidak bisa membuat sarangnya sendiri. Burung hantu bersarang di tempat-tempat dengan kayu yang kering dan sudah lapuk.
Burung hantu bersembunyi di dalamnya atau pada bagian-bagian rumah yang bolong.
"Ada genting atau atap yang bolong, burung hantu masuk ke dalam eternit. Atau, di tempat-tempat yang sifatnya dia bisa bersembunyi. Nah, itu memang kalau burung hantu itu banyak yang hidupnya ya di perumahan-perumahan, di bangunan-bangunan kantor, masjid, gereja," ujar Sudarmaji.
Jika menganggu secara mangsa, kata dia, burung hantu makanannya spesifik.
"Burung hantu tidak mengganggu ayam, misalnya. Apalagi, ayam kan kalau malam enggak ada di luar, di kandang. Kalau ini (burung hantu) kan aktifnya malam hari. Jadi, secara kalau itu dianggap mengganggu ya, paling mengganggu karena rasa takut, suaranya atau ya yang hidup di dekat-dekat rumah itu, mungkin bisa takut karena semacam kepercayaan ya," terang Sudarmaji.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya