Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lewat SMEXPO, Pertamina Bangun UMKM Sektor Pangan Berdaya Saing

Kompas.com, 26 Januari 2026, 12:33 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) sektor pangan untuk naik kelas melalui program pendampingan dan pemasaran terpadu Pertamina SMEXPO, yang menggabungkan pameran produk dan platform pemasaran digital.

Berdasarkan data Kementerian UMKM, Indonesia memiliki sekitar 30,19 juta pelaku UMKM dengan beragam produk unggulan.

Di tengah tingginya persaingan, Pertamina menilai akses pasar dan peningkatan kapasitas usaha menjadi kunci agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca juga: Pertamina Andalkan Strategi Migas Tetap Jalan, Geothermal Jadi Masa Depan

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pengembangan UMKM merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pertamina SMEXPO terus dikembangkan sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli sekaligus memperluas jejaring usaha,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Sebelum mengikuti SMEXPO, UMKM binaan Pertamina terlebih dahulu mendapatkan pendampingan melalui sejumlah program, antara lain peningkatan kualitas produk dan manajemen usaha dalam UMK Academy, bantuan alat produksi, hingga fasilitasi sertifikasi.

Program tersebut ditujukan untuk mendorong pelaku usaha lokal menjadi entitas usaha yang lebih profesional dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Sejumlah UMKM binaan mencatat peningkatan kinerja usaha setelah mengikuti program tersebut. Produk olahan pangan Cimeler (Cilok Meler), misalnya, secara konsisten mencatatkan penjualan tertinggi dan saat ini tengah menjalani proses standarisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperluas akses pasar, termasuk peluang ekspor.

Selain pendampingan usaha, Pertamina juga memfasilitasi akses pembiayaan bagi UMK melalui skema pendanaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) yang disalurkan bekerja sama dengan perbankan. Skema ini dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.

Pelaku UMK lainnya, Ocien Snack, melaporkan peningkatan penjualan sekitar 25–30 persen setelah mengikuti Pertamina SMEXPO dan mulai melayani permintaan pasar luar negeri, termasuk Eropa.

Baca juga: Pertamina dan Kemenko Pangan Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan

Sementara itu, produk olahan nanas NanasQu mencatat kenaikan penjualan sekitar 20 persen dan berhasil menembus pasar Dubai dan Belanda berkat jejaring bisnis dan promosi digital yang terbangun melalui program tersebut.

Pertamina menyatakan program pendampingan UMKM tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KNTI: 95 Persen Nelayan Kecil Tak Bisa Melaut akibat Terdampak Cuaca Ekstrem
KNTI: 95 Persen Nelayan Kecil Tak Bisa Melaut akibat Terdampak Cuaca Ekstrem
LSM/Figur
Hujan Ekstrem Bikin Jakarta Dikepung Banjir, Pakar Ingatkan RTH Perlu Dikaji Ulang
Hujan Ekstrem Bikin Jakarta Dikepung Banjir, Pakar Ingatkan RTH Perlu Dikaji Ulang
LSM/Figur
Lewat SMEXPO, Pertamina Bangun UMKM Sektor Pangan Berdaya Saing
Lewat SMEXPO, Pertamina Bangun UMKM Sektor Pangan Berdaya Saing
BUMN
Banjir dan Longsor: Bangkit dari Dua Lapis Kelemahan
Banjir dan Longsor: Bangkit dari Dua Lapis Kelemahan
Pemerintah
Menteri LH Sebut Faktor Urbanisasi di Balik Longsor Cisarua
Menteri LH Sebut Faktor Urbanisasi di Balik Longsor Cisarua
Pemerintah
Kesehatan Perempuan Hanya Dapat 6 Persen Investasi, Dunia Diminta Berubah
Kesehatan Perempuan Hanya Dapat 6 Persen Investasi, Dunia Diminta Berubah
Pemerintah
Madu Hutan, Warisan Herbal dalam Ikhtiar Sehat Keluarga Indonesia
Madu Hutan, Warisan Herbal dalam Ikhtiar Sehat Keluarga Indonesia
Swasta
Pembangkit Surya dan Angin Dominasi Listrik di Eropa, Kalahkan Energi Fosil
Pembangkit Surya dan Angin Dominasi Listrik di Eropa, Kalahkan Energi Fosil
Pemerintah
Awas Banjir dan Angin Kencang, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem hingga 29 Januari
Awas Banjir dan Angin Kencang, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem hingga 29 Januari
Pemerintah
PBB: 55 Juta Orang di Afrika Tengah dan Barat Terancam Krisis Pangan
PBB: 55 Juta Orang di Afrika Tengah dan Barat Terancam Krisis Pangan
Pemerintah
Krisis Iklim Dorong Lonjakan Konflik Terkait Air
Krisis Iklim Dorong Lonjakan Konflik Terkait Air
LSM/Figur
BPBD DKI Semai 800 Kg Kalsium Oksida di Bekasi untuk Cegah Banjir
BPBD DKI Semai 800 Kg Kalsium Oksida di Bekasi untuk Cegah Banjir
Pemerintah
Warga di NTT Tembak Mati Burung Hantu, Ahli Peringatkan Dampaknya ke Ekosistem
Warga di NTT Tembak Mati Burung Hantu, Ahli Peringatkan Dampaknya ke Ekosistem
Pemerintah
Kisah Jani, Bayi Orangutan Ditemukan Tanpa Induk di Kebun Sawit
Kisah Jani, Bayi Orangutan Ditemukan Tanpa Induk di Kebun Sawit
LSM/Figur
Tantangan Inklusivitas Masih Hambat Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
Tantangan Inklusivitas Masih Hambat Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau