Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) sektor pangan untuk naik kelas melalui program pendampingan dan pemasaran terpadu Pertamina SMEXPO, yang menggabungkan pameran produk dan platform pemasaran digital.
Berdasarkan data Kementerian UMKM, Indonesia memiliki sekitar 30,19 juta pelaku UMKM dengan beragam produk unggulan.
Di tengah tingginya persaingan, Pertamina menilai akses pasar dan peningkatan kapasitas usaha menjadi kunci agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Baca juga: Pertamina Andalkan Strategi Migas Tetap Jalan, Geothermal Jadi Masa Depan
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pengembangan UMKM merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertamina SMEXPO terus dikembangkan sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli sekaligus memperluas jejaring usaha,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Sebelum mengikuti SMEXPO, UMKM binaan Pertamina terlebih dahulu mendapatkan pendampingan melalui sejumlah program, antara lain peningkatan kualitas produk dan manajemen usaha dalam UMK Academy, bantuan alat produksi, hingga fasilitasi sertifikasi.
Program tersebut ditujukan untuk mendorong pelaku usaha lokal menjadi entitas usaha yang lebih profesional dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Sejumlah UMKM binaan mencatat peningkatan kinerja usaha setelah mengikuti program tersebut. Produk olahan pangan Cimeler (Cilok Meler), misalnya, secara konsisten mencatatkan penjualan tertinggi dan saat ini tengah menjalani proses standarisasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperluas akses pasar, termasuk peluang ekspor.
Selain pendampingan usaha, Pertamina juga memfasilitasi akses pembiayaan bagi UMK melalui skema pendanaan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) yang disalurkan bekerja sama dengan perbankan. Skema ini dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Pelaku UMK lainnya, Ocien Snack, melaporkan peningkatan penjualan sekitar 25–30 persen setelah mengikuti Pertamina SMEXPO dan mulai melayani permintaan pasar luar negeri, termasuk Eropa.
Baca juga: Pertamina dan Kemenko Pangan Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan
Sementara itu, produk olahan nanas NanasQu mencatat kenaikan penjualan sekitar 20 persen dan berhasil menembus pasar Dubai dan Belanda berkat jejaring bisnis dan promosi digital yang terbangun melalui program tersebut.
Pertamina menyatakan program pendampingan UMKM tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan (ESG).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya