KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelidiki penyebab longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq minta pendalaman terkait dugaan pelanggaran lingkungan yang memperparah dampak longsor di wilayah tersebut.
Menurut Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, pihaknya telah mengerahkan tim pengawas dan penyidik ke lapangan untuk mengumpulkan bahan keterangan guna mengidentifikasi pihak-pihak yang abai terhadap aturan lingkungan hidup.
Baca juga:
“Kami juga melakukan pengawasan dan akan mengambil langkah-langkah penegakan hukum terhadap para pihak yang melakukan pelanggaran lingkungan hidup,” ujar Rasio dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat memasuki hari ketujuh, Jumat (30/1/2026). Kementerian Lingkungan Hidup Selidiki penyebab longsor Cisarua dan dalami dugaan pelanggaran lingkungan yang memperparah dampak bencana.KLH memitigasi risiko bencana serupa dengan memperluas jangkauan pengawasan serta kajian lingkungan di berbagai Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas nasional.
“Kami bekerja untuk memastikan dan mencegah dampak dari bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah yang rawan. Tim kami terus bekerja di lapangan untuk melakukan kajian lingkungan secara cepat melalui rapid assessment, guna memastikan dan mencegah dampak dari bencana hidrometeorologi,” jelas Rasio.
Nantinya, KLH bakal merevisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sekaligus menata ulang tata ruang di wilayah-wilayah yang secara geografis berisiko terhadap bencana.
Pemerintah turut menggandeng tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membedah lanskap serta faktor pemicu bencana secara komprehensif.
Baca juga:
Ahli Hidrometeorologi ITB, Imam Achmad Sadisun, menyampaikan bahwa kerja sama ini telah dirintis sejak tahap awal guna memastikan validitas data lapangan.
Dengan begitu, bisa menghasilkan proyeksi yang akurat mengenai kerentanan wilayah hulu terhadap curah hujan ekstrem maupun pergeseran tanah.
“Tentunya ITB sebagai salah satu institusi yang memiliki banyak tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, mudah-mudahan ke depan dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan KLH,” kata Imam.
Langkah strategis pengkajian lingkungan dan penegakan hukum ini bakal dilakukan di berbagai wilayah hulu DAS prioritas di Jawa antara lain DAS Citarum, DAS Ciliwung, DAS Serayu, hingga DAS Kali Bekasi.
Di luar Jawa, pengawasan serupa digelar di DAS Ayung, Bali untuk menjaga stabilitas ekosistem pariwisata serta lingkungan. Pengawasan lingkungan akan difokuskan sepenuhnya pada kegiatan dan unit usaha yang beroperasi di wilayah hulu, agar sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Lanskap lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). Kementerian Lingkungan Hidup Selidiki penyebab longsor Cisarua dan dalami dugaan pelanggaran lingkungan yang memperparah dampak bencana.Diberitakan sebelumnya, operasi pencarian korban longsor Cisarua memasuki hari ketujuh sejak bencana terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
Setidaknya, ada 55 jenazah yang ditemukan petugas di lokasi kejadian, dengan sebanyak 41 di antaranya telah teridentifikasi per Kamis (29/1/2026).
Untuk mempercepat proses evakuasi, tim SAR gabungan menambah dua unit alat berat guna membuka material longsoran yang menimbun sedikitnya 30 rumah di tiga kampung yaitu Babakan, Pasirkuning, dan Pasirkuda.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI, Y. Bramantyo N, mengatakan, seluruh personel telah dikonsolidasikan sejak pagi untuk memastikan kesiapan operasi di seluruh sektor pencarian.
Baca juga:
Cuaca menjadi faktor krusial yang memengaruhi efektivitas pencarian setelah pada hari-hari sebelumnya hujan kerap menghambat pergerakan tim dan alat berat.
“Hari ini merupakan hari ketujuh pelaksanaan operasi penanganan longsor di Kecamatan Cisarua. Sejak pagi seluruh personel sudah kami konsolidasikan,” kata Bramantyo, dilaporkan oleh Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Guna mendukung operasi di lapangan, Basarnas mendatangkan dua unit ekskavator PC 200 yang akan digunakan untuk membuka dan menggeser material longsor di titik-titik yang dinilai strategis. Tim SAR memperkirakan masih ada 25 korban yang tertimbun longsor Cisarua.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya