KOMPAS.com - Hujan lebat diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga Kamis (5/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal memengaruhi cuaca ekstrem di Indonesia.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan bahwa pada skala global, El Nino Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada kategori netral, dengan La Nina lemah teramati bernilai positif yang menyebabkan peningkatan hujan di Indonesia bagian timur.
Baca juga:
"Selain La Nina lemah, aktivitas monsun Asia diprediksi masih cukup persisten hingga dasarian pertama Bulan Februari. Fenomena Cross Equatorial Northerly Surge atau aliran massa udara dingin yang melintasi ekuator juga diprakirakan masih aktif dalam beberapa hari ke depan," kata Andri dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
BMKG menyebut, hujan lebat bakal melanda sejumlah wilayah hingga 5 Februari 2026. Wilayah mana saja yang harus waspada?Menurut Andri, daerah tekanan rendah berpotensi terbentuk di Teluk Carpentaria yang dapat membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Indonesia bagian selatan.
Kombinasi madden julian oscillation (MJO), gelombang rossby ekuator, dan gelombang kelvin diprediksi aktif di Samudera Hindia barat Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur.
Kemudian Lampung, Laut Sulu, Laut Arafura, Papua Selatan, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.
"Melihat potensi cuaca yang masih signifikan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor," tutur Andri.
Baca juga: Krisis Iklim, Banjir dan Badai di Asia Makin Sering Sejak 1988
BMKG menyebut, hujan lebat bakal melanda sejumlah wilayah hingga 5 Februari 2026. Wilayah mana saja yang harus waspada?BMKG memperkirakan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan sedang sampai Kamis (5/2/2026).
Andri menyebut, wilayah yang perlu waspada akan hujan intensitas sedang hingga lebat adalah di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Selanjutnya, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, serta Papua Selatan.
"Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi," jelas dia.
Adapun dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di beberapa daerah.
Curah hujan tertinggi tercatat di Jawa Barat (121,8 milimeter (mm)/hari), Sumatera barat (108 mm/hari), Banten (88,6 mm/hari), Jawa Timur (85,2 mm/hari), Jakarta (84,4 mm/hari), Jawa Tengah (72,8 mm/hari), Bali (70,4 mm/hari), DI Yogyakarta (69,6 mm/hari), dan Aceh (55,6 mm/hari).
Baca juga:
Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memeriksa bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dimuat ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). BMKG menyebut, hujan lebat bakal melanda sejumlah wilayah hingga 5 Februari 2026. Wilayah mana saja yang harus waspada?Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya