Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ID Food Jaga Stok Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri

Kompas.com, 3 Februari 2026, 18:32 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Holding BUMN Pangan ID FOOD menyiapkan stok sejumlah komoditas pangan strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Komoditas pangan yang siap dipasok meliputi gula, minyak goreng, daging sapi, daging kerbau, daging ayam, dan telur.

SVP Corporate Secretary ID FOOD Yosdian Adi Pramono, menyatakan harga melalui pengelolaan berbagai komoditas utama. Hingga awal Februari 2026, ID FOOD telah menyiapkan stok gula lebih dari 29 ribu ton, minyak goreng 29 ribu kiloliter, daging ayam sekitar 3 ribu ton, telur ayam sekitar 2 ribu ton, serta stok daging ruminansia sekitar 40 ribu ton.

Baca juga: PBB: 55 Juta Orang di Afrika Tengah dan Barat Terancam Krisis Pangan

“Stok ini tersebar dari Aceh hingga Papua. Ketersediaan per awal Februari kita akan siapkan sebagai buffer stock guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi jelang memasuki bulan Ramadan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa, (3/2/2026).

Dalam mendukung kelancaran distribusi, Yosdian mengatakan, ID FOOD mengoptimalkan jaringan logistik dan perdagangan yang tersebar di seluruh Indonesia, mencakup 94 cabang dan lebih dari 27 ribu mitra ritel yang tersebar di 9.743 Koperasi Merah Putih, 1.414 titik Pasar Pantauan, dan 16.396 titik pasar reguler. Selain itu, ID FOOD juga memiliki 5.202 mitra Warung Pangan yang tersebar di Pulau Jawa.

Terkait penyaluran yang dilakukan di 1.414 titik Pasar Pantauan, Yosdian menambahkan, ID FOOD fokus melakukan penyaluran komoditas minyak goreng Minyakita.

Penyaluran melalui Pasar Pantauan ini sejalan dengan program Kementerian Perdagangan guna menjaga stabilitas harga minyak goreng.

Alokasi Minyakita yang dikelola ID FOOD diprioritaskan untuk didistribusikan ke outlet Pasar Pantauan, khususnya pasar-pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga komoditas dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

"Hingga Februari 2026, alokasi Minyakita yang sebelumnya sebesar 17.474 ton dari 16 produsen telah meningkat menjadi 33.273 ton yang kini berproses melalui 68 produsen,” terangnya.

ID FOOD juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) 2026 yang akan dilaksanakan di lebih dari 420 titik GPM di 26 cabang ID FOOD.

“Komoditas yang disalurkan meliputi gula, minyak goreng, beras, tepung, serta kebutuhan pokok lainnya, dengan harga mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Pelaksanaan GPM dilakukan secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan,” paparnya.

Baca juga: Dampak CO2 pada Pangan, Nutrisi Hilang dan Kalori Bertambah

Selain melaksanakan GPM, ia mengatakan, pada periode 9 Februari sampai dengan 15 Maret 2026, ID FOOD juga akan menggelar Bazar Sembako ‘ID FOOD Ramadan Fair’ di 94 cabang distribusi ID FOOD.

Program ini merupakan inisiatif strategis untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pangan berkualitas dan terjangkau selama HBKN Ramadan dan Idulfitri.

“Melalui program ini masyarakat dapat membeli langsung produk pangan seperti beras, gula, minyak goreng, daging ayam, dan garam dengan harga terjangkau di 94 kantor cabang ID FOOD,” sebutnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau