Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Jumlah Mobil Listrik Tembus 103.000, PLN Perkuat Infrastruktur EV di IIMS 2026

Kompas.com, 6 Februari 2026, 10:14 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Era kendaraan listrik (electric vehicle /EV) di Indonesia bukan lagi sekadar tren masa depan, melainkan realitas yang tumbuh pesat. 

Dalam pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, populasi EV nasional tercatat menembus angka 103.000 unit. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, tingkat pertumbuhan EV mencapai 150 persen jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi pertumbuhan sebesar 150 persen itu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN hadir sebagai tulang punggung infrastruktur energi guna memastikan ekosistem EV berjalan tanpa kendala.

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan, perkembangan itu menuntut kesiapan infrastruktur yang matang. 

“PLN mengambil peran penting untuk memastikan ekosistem kendaraan listrik tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya dlm keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (6/2/2026). 

Baca juga: Viral Menara Listrik di Bumiayu Brebes Diterjang Banjir Bandang, PLN Pastikan Masih Aman

Hal itu disampaikan Adi di sela pembukaan rangkaian IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Kamis (5/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026).

Adi menegaskan, kehadiran PLN di IIMS 2026 turut menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mendorong percepatan kendaraan listrik dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE).

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri otomotif, dan penyedia infrastruktur energi menjadi kunci keberhasilan transisi energi nasional.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan IIMS sebagai ajang strategis penguatan ekosistem kendaraan listrik. PLN siap menjadi mitra utama dalam perjalanan Indonesia menuju transportasi ramah lingkungan dan ekonomi rendah karbon,” jelas Adi.

Sebagai tulang punggung transisi energi di sektor transportasi, PLN terus memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di jalur-jalur padat dan strategis.

Baca juga: Hyundai Pamerkan New Creta Alpha di IIMS 2026

Hingga awal 2026, jumlah SPKLU yang telah beroperasi tercatat lebih dari 5.000 unit dan tersebar di seluruh Indonesia, termasuk untuk mendukung mobilitas masyarakat saat musim mudik dan libur panjang.

PLN juga mengembangkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile yang kini mengusung slogan baru “PLN Mobile, Your EV Partner”. 

Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna kendaraan listrik mengakses lokasi SPKLU, memantau ketersediaan daya, hingga melakukan transaksi pengisian secara real time.

PLN menghadirkan layanan SPKLU Mobile sebagai solusi darurat bagi pengguna kendaraan listrik yang mengalami kehabisan daya di perjalanan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau