Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif

Kompas.com, 7 Februari 2026, 11:05 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Science Based Targets initiative (SBTi) telah meluncurkan draf terbaru dari Standar Net-Zero Sektor Otomotif untuk konsultasi publik tahap kedua, seiring upayanya untuk merampungkan standar tersebut pada kuartal ketiga 2026.

Ini merupakan naskah yang sudah diperbaiki berdasarkan masukan sebelumnya. Dalam konsultasi publik kedua ini, SBTi membuka kesempatan bagi perusahaan, LSM lingkungan, dan pakar untuk memberikan kritik dan saran.

Draf Standar Net-Zero Sektor Otomotif yang baru terbuka untuk konsultasi hingga 22 Maret.

Melansir Edie, Rabu (4/2/2026) standar ini nantinya akan menyediakan kerangka kerja baru bagi produsen mobil dan suku cadang otomotif yang berupaya menetapkan target net-zero jangka panjang, serta tujuan emisi sementara yang selaras dengan jalur suhu 1,5 derajat C.

Baca juga: SBTi Rilis Peta Jalan untuk Industri Kimia Global

Standar tersebut akan menjadi yang pertama bagi sektor tersebut di bawah SBTi, yang sebelumnya telah menyediakan panduan khusus sektor untuk industri transportasi udara, darat, dan laut, serta lingkungan binaan, lembaga keuangan, semen, kimia, baja, dan ketenagalistrikan.

Sejak draf pertama diterbitkan, SBTi telah menambahkan proposal baru yang menetapkan bahwa hanya kendaraan bebas emisi yang diklasifikasikan sebagai 'rendah emisi' demi memberikan batasan yang lebih jelas dan jangka panjang.

SBTi juga menekankan fokus pada emisi Scoop 3, kategori 11 yaitu emisi yang berkaitan dengan penggunaan produk yang telah terjual.

Namun, SBTi berencana untuk mengizinkan target agregat global bagi kendaraan penumpang (LDV) guna menyederhanakan pelaksanaan standar tersebut.

"Masukan yang kami terima dari para pemangku kepentingan selama konsultasi publik terakhir sangat penting dalam menyusun draf baru ini, dengan fokus yang lebih besar pada kemampuan adaptasi dan kegunaan," kata Karl Downey, Kepala Standar Sektor SBTi.

"Menciptakan Standar akhir yang memungkinkan perusahaan untuk memetik manfaat dari berbagai peluang yang ada dalam masa transisi ini, akan membantu produsen otomotif dan produsen suku cadang untuk mengubah ambisi mereka menjadi tindakan iklim yang praktis dan kredibel," tambahnya.

Baca juga: 5 Tahap Industri Otomotif Menuju Keberlanjutan, Bukan Lagi Biang Polusi

Lebih lanjut, Standar Net-Zero Sektor Otomotif ini akan selaras dengan versi kedua dari Standar Net-Zero Korporat milik SBTi, yang dijadwalkan untuk dirampungkan akhir tahun ini setelah melalui dua putaran konsultasi publik selama tahun 2025.

Standar Net-Zero Korporat merupakan standar induk yang berlaku untuk semua jenis perusahaan. Aturannya bersifat umum, seperti misalnya kewajiban mengurangi emisi total sebesar 90 persen pada 2050.

Lebih dari 2.000 perusahaan di seluruh dunia menggunakan Standar Net-Zero Korporat yang diluncurkan pada tahun 2021. Namun, banyak perusahaan melaporkan kesulitan dalam menyelaraskan diri dengan persyaratan awal standar tersebut, yang mewajibkan target pengurangan emisi Scope 3 secara absolut sebesar 90 persen paling lambat pada tahun 2050.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau