Setelah menganalisis data, para peneliti menyimpulkan, perusahaan yang dijalankan oleh para CEO yang pernah mengalami bencana alam selama masa pertumbuhan mereka menunjukkan jumlah cedera terkait kerja yang jauh lebih sedikit yakni berkurang hampir 24 persen.
Temuan ini disebut cukup kuat, tetap konsisten bahkan setelah memperhitungkan faktor ukuran perusahaan, jenis industri, tekanan finansial, dan kekuatan serikat pekerja, ditambah dengan otoritas CEO di tempat kerja, jenis kelamin, serta usia mereka.
Magnan mencatat bahwa paparan bencana pada awal kehidupan tidak serta merta membuat seseorang menjadi CEO yang lebih baik.
Namun, penelitian ini mengungkapkan bagaimana peristiwa masa lalu seorang eksekutif dapat memengaruhi perilaku mereka.
Hal ini dapat relevan bagi dewan direksi, investor, dan pembuat kebijakan saat mereka menangani keselamatan pekerja, terutama di industri berisiko tinggi.
Baca juga: Indeks Investasi Hijau Ungkap Bank Nasional di Posisi Teratas Jalankan ESG
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya