Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harapan Masyarakat Bukit Batu di Balik Proyek Hilirisasi Bauksit di Mempawah

Kompas.com, 23 Februari 2026, 18:39 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Desa Bukit Batu di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, jadi saksi pembangunan proyek hillirisasi bauksit-alumina-aluminium.

Proyek yang dikembangkan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha Grup MIND ID, tersebut masuk Proyek Strategi Nasional (PSN). 

Baca juga: 

Di balik pembangunan hilirisasi bauksit, terselip harapan masyarakat Bukit Batu untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Kepala Desa Bukit Batu, Harianto mengatakan, dengan adanya industri pertambangan baru, puluhan warganya berhasil mengubah nasib dengan menjadi pekerja di perusahaan pengembang proyek.

"Banyak juga, (yang bekerja) ada puluhan lah. Ada yang jadi helper dan operator kebanyakan, mereka ada juga yang sarjana dan lulusan SMA," kata Harianto kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).

Meski demikian, tak semua masyarakat merasakan manfaat yang sama. Harianto mengakui masih ada keluhan karena beberapa orang masih belum bisa bekerja akibat tak memiliki ijazah SMA serta keterampilan khusus. 

"Kemarin juga ada program CSR-nya (Corporate Social Responsibility) mengambil ijazah Paket C supaya mereka bisa bekerja. Cuman ada sebagian masyarakat masih yang belum itu selalu komplain," tutur dia.

Hiliriasi bauksit-alumina-aluminium dan kehidupan warga

Dilihat sebagai peluang jangka panjang

Ilustrasi sembako, minyak goreng, telur. Desa Bukit Batu, Mempawah, Kalimantan Barat, mulai bangkit setelah PSN hilirisasi bauksit dimulai. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA A Ilustrasi sembako, minyak goreng, telur. Desa Bukit Batu, Mempawah, Kalimantan Barat, mulai bangkit setelah PSN hilirisasi bauksit dimulai.

Harianto menuturkan, proyek hilirisasi bauksit-alumina-aluminium tengah dibangun di atas tanah seluas sekitar 300 hektar dari total luasan Desa Bukit Batu yang mencapai 5.115 hektar.

Tanah yang sebelumnya lahan perkebunan dan permukiman, saat ini mengubah wajah ekonomi desa sejak pembangunan dimulai 2021 lalu.

Geliat ekonomi tampak dari bertambahnya jumlah pedagang kuliner dan sembako di desa. Menurut dia, ekonomi masyarakat naik 50-60 persen sejak pemerintah memantapkan PSN di Desa Bukit Batu.

"Pertama, dari pertumbuhan ekonomi di sini semakin berkembang. Kalau dulu banyak petani, banyak masyarakat yang bekerja kasar, merantau ke Malaysia juga ada yang kerja di kebun, mereka sekarang banyak yang jadi pedagang," jelas Harianto.

Masyarakat mendapatkan bantuan pendanaan dari negara untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, beberapa di antara mereka ada yang membangun kamar kos untuk disewa.

"Semenjak mulai pembangunan itu perekonomi makin tumbuh di sini. Sehingga pedagang-pedagang yang dulu hanya satu-dua sekarang sudah ratusan," ucap dia.

Harianto memandang proyek hilirisasi bauksit-alumina-aluminium sebagai peluang jangka panjang.

Dia berharap perusahaan terus peduli terhadap masyakarat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan dukungan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Musim Mas Raih Mahayuga Award 2026 sebagai Pelopor Industri Hijau
Musim Mas Raih Mahayuga Award 2026 sebagai Pelopor Industri Hijau
BrandzView
Singapura Jadi Pusat Pendanaan AI Terbesar di Asia Tenggara
Singapura Jadi Pusat Pendanaan AI Terbesar di Asia Tenggara
Pemerintah
Pemanfaatan Biokokas dari Cangkang Sawit Berpotensi Jadi Pengurang Emisi Industri Nikel
Pemanfaatan Biokokas dari Cangkang Sawit Berpotensi Jadi Pengurang Emisi Industri Nikel
LSM/Figur
Waspada Panas Ekstrem,  Lebih Berbahaya Bagi Warga Usia 60 Tahun ke Atas
Waspada Panas Ekstrem, Lebih Berbahaya Bagi Warga Usia 60 Tahun ke Atas
Pemerintah
Kementerian Kebudayaan Jadi Wali Data Masyarakat Adat, Cari Keseimbangan Ekonomi dan Lingkungan
Kementerian Kebudayaan Jadi Wali Data Masyarakat Adat, Cari Keseimbangan Ekonomi dan Lingkungan
Pemerintah
Isu Keandalan AI Kini Jadi Sorotan Petinggi Bisnis
Isu Keandalan AI Kini Jadi Sorotan Petinggi Bisnis
Pemerintah
Mayoritas Negara Diproyeksikan Gagal Capai Target Sistem Pangan 2030
Mayoritas Negara Diproyeksikan Gagal Capai Target Sistem Pangan 2030
Pemerintah
Baleg DPR RI Targetkan Pembahasan RUU Masyarakat Adat jadi UU Rampung di Awal 2027
Baleg DPR RI Targetkan Pembahasan RUU Masyarakat Adat jadi UU Rampung di Awal 2027
Pemerintah
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Pemerintah
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Pemerintah
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
LSM/Figur
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
LSM/Figur
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
BrandzView
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
LSM/Figur
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau