Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan

Kompas.com, 3 Maret 2026, 18:17 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mengurangi camilan dan minuman bergizi rendah dapat menyeimbangkan protein secara signifikan, sekaligus meminimalisasi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas diet, menurut studi terbaru.

Hampir 20 persen dari total pengeluaran makanan di Finlandia dialokasikan untuk berbagai produk opsional tersebut, di antaranya, permen, kue manis, makanan penutup, camilan gurih, dan minuman kemasan berperisa. 

Baca juga:

Produk makanan atau minuman tersebut mewakili sekitar seperlima dari total pengeluaran makanan di semua kelompok.

Kendati sering dianggap sebagai konsumsi tambahan, pembelian produk makanan atau minuman ini berkontribusi terhadap lebih dari seperlima dari dampak iklim rata-rata.

Produk makanan atau minuman itu juga berkontribusi pada penggunaan lahan, serta eutrofikasi air tawar dan laut.

Baca juga:

Kurangi junk food bantu tekan dampak lingkungan

Berdampak karena dikonsumsi dalam jumlah banyak

Studi menemukan, kurangi camilan dan minuman rendah gizi dapat menekan jejak karbon, penggunaan lahan, serta meningkatkan kualitas diet.Dok. Unsplash/Carles Rabada Studi menemukan, kurangi camilan dan minuman rendah gizi dapat menekan jejak karbon, penggunaan lahan, serta meningkatkan kualitas diet.

Para peneliti dari Institut Sumber Daya Alam Finlandia dan Universitas Helsinki, Universitas Tampere, menganalisis pembelian bahan makanan dari hampir 30.000 anggota koperasi ritel S Group Finlandia yang setuju untuk berpartisipasi.

Pola serupa teramati dalam berbagai studi di negara-negara lain, termasuk Australia dan Swedia.

Temuan dari studi-studi itu menunjukkan bahwa banyak produk makanan atau minuman rendah gizi sebenarnya memiliki dampak lingkungan yang relatif rendah per kilogramnya.

Namun, secara keseluruhan, beban lingkungannya menjadi signifikan karena produk-produk makanan atau minuman itu dibeli cukup sering dan dalam jumlah besar.

“Diskusi tentang pengurangan jejak karbon juga harus mencakup makanan opsional di samping makanan yang berasal dari hewan. Mengurangi makanan opsional juga akan meningkatkan kualitas nutrisi dari pembelian karena makanan tersebut menyumbang hampir 20 persen dari kandungan energi dan 60 persen dari gula tambahan,” ujar Peneliti Universitas Jelena Meinilä dari Universitas Helsinki, dilansir dari SciTechDaily, Selasa (3/3/2026).

Studi tersebut juga meneliti pengeluaran untuk sumber protein produk makanan atau minuman opsional itu dalam kerangka energi yang dihasilkan dari mengonsumsinya.

Studi tersebut menemukan, biaya per 2.500 kilokalori (kkal) dari protein hampir identik di seluruh kelompok, meski komposisi sumbernya sangat bervariasi.

Rumah tangga yang lebih menyukai daging merah menghabiskan 1,6 euro atau setara Rp 31.514 per 2.500 kkal untuk protein, dengan 46 persen dari jumlah tersebut dialokasikan untuk daging merah.

Sebaliknya, rumah tangga yang lebih menyukai protein nabati menghabiskan 1,5 euro atau setara Rp 29.533 per 2.500 kkal, dan hanya satu persen dari anggaran protein mereka dialokasikan untuk daging merah.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau