“Ini menunjukkan bahwa transisi yang menyehatkan dan ramah lingkungan menuju ikan dan tumbuhan sebagai sumber protein bukanlah semata-mata tentang harga,” tutur Meinilä.
Perbedaan nutrisi antar kelompok terpampang jelas. Pembelian di rumah tangga yang berfokus pada makanan nabati, mengonsumsi kandungan serat, folat, dan zat besi lebih tinggi, serta kadar lemak jenuh dan garam yang semakin rendah.
Namun, kadar vitamin B12 dan D lebih rendah dibandingkan dengan rumah tangga yang memilih sumber protein lain.
Kadar vitamin ini tertinggi diamati pada rumah tangga yang lebih menyukai ikan, mendukung gagasan bahwa ikan yang diperoleh secara berkelanjutan bisa memainkan peran penting dalam diet seimbang.
Para peneliti menekankan peningkatan kesehatan diet dan pengurangan dampak lingkungan tidak dapat hanya bergantung pada keputusan individu.
Mereka mengusulkan perubahan struktural yang lebih luas, dengan ketersediaan produk, tata letak toko, serta strategi penetapan harga harus mempermudah pilihan yang ramah lingkungan dan bergizi.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya