Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karhutla Landa 5 Desa di Kalbar, Luasnya Capai 17 Hektar

Kompas.com, 7 Maret 2026, 22:52 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima desa Kalimantan Barat sejak 28 Februari 2026 hingga 6 Maret 2026.

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan, Sahat Irawan Manik memerinci karhutla melanda Desa Rasau Jaya Umum (3 hektar), Desa Rasau Jaya Umum (2 hektar), Desa Rasau Jaya Tiga, (4,5 hektar), Desa Limbung (7 hektar), serta Desa Limbung (1,3 hektar).

“Saat ini, wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya, menjadi daerah rawan karhutla seiring meningkatnya jumlah titik panas serta potensi kekeringan pada musim kemarau,” ungkap Sahat dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Waspada, Ancaman Kebakaran Hutan di Indonesia Lebih Berat Saat Musim Kemarau 2026

Dia menyampaikan bahwa upaya pemadaman dilakukan petugas mulai dari pagi hingga sampai dengan malam hari. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman khususnya lokasi karhutla yang dekat dengan pemukiman.

Petugas Manggala Agni juga telah melakukan mopping up untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya.

Tahapan ini juga menandakan l situasi karhutla seluruhnya telah terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam. Sahat menyatakan, untuk mengantisipasi peningkatan karhutla petugas melaksanakan kegiatan patroli secara intens.

“Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat sehingga respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat,” kata Sahat.

Baca juga: Pemerintah Fokus Tangani Karhutla di Luar 6 Wilayah Prioritas

“Selain itu, patroli juga dilakukan untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, serta isu-isu karhutla di masyarakat, imbuh dia.

Berdasarkan pemantauan harian hotspot tahun 2026 di Kabupaten Kubu Raya terpantau adanya peningkatan jumlah dan sebaran titik panas. Hasil pengamatan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) BMKG juga menunjukkan peningkatan tingkat kerawanan kebakaran.

“Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus bergerak cepat dan bersinergi dengan para pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla serta mencegah terjadinya kebakaran lanjutan,“ beber Sahat.

Ancaman Karhutla saat Musim Kemarau 

Sebelumnya, KepalaBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani menyampaikan musim kemarau diperkirakan dimulai pada April 2026 nanti. Kondisi ini, turut meningkatkan potensi karhutla terutama di daerah yang rawan. 

"Kita harus bersiap karena tantangan karhutla tahun ini akan lebih berat akibat kondisi yang lebih kering,” kata Faisal, Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan laporan sejak awal 2026, karhutla telah melanda sejumlah wilayah yakni Desa Teluk Beringin yang termasuk dalam Pulau Mendol Kecamatan Kuala Kampar, Riau, Senin (9/2/2026).

Sehari sebelumnya, yakni Minggu (8/2/2026), karhutla seluas 10 hektar melanda di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Terbaru, kebakaran hutan terjadi di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis dan Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (5/3/2026). 

Memasuki musim kemarau, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan dan membasahi lahan gambut agar lebih jenuh air sebelum periode kering mencapai puncaknya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau