Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips Membuat Resume Lamaran Kerja pada Era AI

Kompas.com, 9 Maret 2026, 11:27 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Forbes, CNBC

KOMPAS.com - Perkembangan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) turut memengaruhi cara membuat resume

Sebab, resume saat ini dinilai lebih dari sekadar daftar riwayat pekerjaan dan pengalaman. Resume bisa mencerminkan pemikiran strategis, dampak yang terukur, dan relevansi nyata. 

Terdapat beberapa pembaruan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan resume. Simak selengkapnya, dilansir dari Forbes dan CNBC, Senin (9/3/2026).

Baca juga:

Tips membuat resume pada era AI

1. Tinjau keterampilan, bukan jabatan

Dulu, jabatan termasuk poin yang diperhatikan sebelum perekrut membaca resume seseorang. Saat ini, alih-alih jabatan, perekrutmulai peninjauan dari keterampilan.

Sekitar 76 persen perekrut memakai sistem pelacakan pelamar (ATS) untuk menyaring resume berdasarkan keterampilan sebelum ditinjau oleh manusia.

Oleh karena itu, resume perlu dimulai dengan mencantumkan enam sampai delapan keterampilan inti sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan.

Bagilah antara kemampuan teknis dan soft skill, seperti komunikasi, kepemimpinan, atau pemecahan masalah, dengan menempatkannya dekat bagian atas resume agar ATS dan perekrut dapat segera melihatnya.

Deskripsi pekerjaan dalam resume perlu diperhatikan, mengingat adanya potensi kemungkinan lebih dipilih oleh filter kata kunci.

Salah satun caranya adalah hindari istilah umum, seperti komunikator yang baik tanpa disertai dengan konteks. Sebagai gantinya, tunjukkan bagaimana keterampilan itu bisa menghasilkan sesuatu dalam poin-poin contoh pekerjaanmu.

2. Ceritakan dampak melalui analisis

Perkembangan AI turut memengaruhi pembuatan resume untuk mencari pekerjaan. Simak beberapa tips membuat resume berikut ini.freepik.com Perkembangan AI turut memengaruhi pembuatan resume untuk mencari pekerjaan. Simak beberapa tips membuat resume berikut ini.

Perekrut ingin mengetahui apa tanggung jawabmu dan apa dampaknya bagi perusahaan tempatmu bekerja dulu.

Setiap poin dalam resume harus menjawab pertanyaan tersebut, yang bisa menjadi nilai tambah yang menguatkan potensi untuk memperoleh panggilan wawancara.

Bahkan, tambahan sederhana, seperti angka, persentase, atau waktu yang dihemat bisa membuat perbedaan besar.

Salah satu contohnya, cantumkan "meningkatkan engagement media sosial sebesar 40 persen dalam enam bulan", bukan hanya "mengelola akun media sosial".

Baca juga:

3. Ganti poin yang sudah tak relevan

Kandidat kerap membiarkan proyek atau tugas yang sudah tidak relevan tetap terncantum di urutan teratas pengalaman mereka. Perhatikanlah apakah proyek atau tugas tersebut sudah tidak membantu resume-mu.

Aturan praktisnya, prioritaskan karier selama tujuh sampai 10 tahun terakhir. Pengalaman yang lebih lama dari 10 tahun sebaiknya diringkas dalam satu atau dua baris saja di bagian bawah, jika masih relevan untuk diceritakan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Indonesia Perkuat Pasar Karbon Berintegritas Tinggi
Indonesia Perkuat Pasar Karbon Berintegritas Tinggi
Pemerintah
Bahaya Kabut Asap, Risiko Tinggi Menanti Indonesia dan Negara Tetangga
Bahaya Kabut Asap, Risiko Tinggi Menanti Indonesia dan Negara Tetangga
LSM/Figur
Investasi Swasta untuk Kelestarian Alam Naik Lima Kali Lipat dalam 10 Tahun
Investasi Swasta untuk Kelestarian Alam Naik Lima Kali Lipat dalam 10 Tahun
Pemerintah
Atasi Dampak Buruk Pusat Data, Kota-kota di Dunia Sepakati Perjanjian Global
Atasi Dampak Buruk Pusat Data, Kota-kota di Dunia Sepakati Perjanjian Global
Pemerintah
Pemadaman Listrik Berulang di Sumatera, IESR Waspadai Risiko El Nino
Pemadaman Listrik Berulang di Sumatera, IESR Waspadai Risiko El Nino
LSM/Figur
Inisiatif Bupati Morowali Hadapi Tantangan Industri Nikel
Inisiatif Bupati Morowali Hadapi Tantangan Industri Nikel
Pemerintah
Anggaran Lingkungan Daerah Terbukti Tekan Polusi Udara, Ini Risetnya
Anggaran Lingkungan Daerah Terbukti Tekan Polusi Udara, Ini Risetnya
Pemerintah
Kemhut Revisi Aturan, Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan Bakal Diperkuat
Kemhut Revisi Aturan, Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan Bakal Diperkuat
Pemerintah
Sektor ESG dan Ekosistem Karbon Jadi Magnet Baru Investasi Strategis
Sektor ESG dan Ekosistem Karbon Jadi Magnet Baru Investasi Strategis
Swasta
Tak Lagi Bebas Flu Burung H5, Australia Kini Darurat Satwa Liar
Tak Lagi Bebas Flu Burung H5, Australia Kini Darurat Satwa Liar
Pemerintah
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Pemerintah
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Pemerintah
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Pemerintah
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Pemerintah
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau