KOMPAS.com - Perkembangan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) turut memengaruhi cara membuat resume.
Sebab, resume saat ini dinilai lebih dari sekadar daftar riwayat pekerjaan dan pengalaman. Resume bisa mencerminkan pemikiran strategis, dampak yang terukur, dan relevansi nyata.
Terdapat beberapa pembaruan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan resume. Simak selengkapnya, dilansir dari Forbes dan CNBC, Senin (9/3/2026).
Baca juga:
Dulu, jabatan termasuk poin yang diperhatikan sebelum perekrut membaca resume seseorang. Saat ini, alih-alih jabatan, perekrutmulai peninjauan dari keterampilan.
Sekitar 76 persen perekrut memakai sistem pelacakan pelamar (ATS) untuk menyaring resume berdasarkan keterampilan sebelum ditinjau oleh manusia.
Oleh karena itu, resume perlu dimulai dengan mencantumkan enam sampai delapan keterampilan inti sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan.
Bagilah antara kemampuan teknis dan soft skill, seperti komunikasi, kepemimpinan, atau pemecahan masalah, dengan menempatkannya dekat bagian atas resume agar ATS dan perekrut dapat segera melihatnya.
Deskripsi pekerjaan dalam resume perlu diperhatikan, mengingat adanya potensi kemungkinan lebih dipilih oleh filter kata kunci.
Salah satun caranya adalah hindari istilah umum, seperti komunikator yang baik tanpa disertai dengan konteks. Sebagai gantinya, tunjukkan bagaimana keterampilan itu bisa menghasilkan sesuatu dalam poin-poin contoh pekerjaanmu.
Perkembangan AI turut memengaruhi pembuatan resume untuk mencari pekerjaan. Simak beberapa tips membuat resume berikut ini.Perekrut ingin mengetahui apa tanggung jawabmu dan apa dampaknya bagi perusahaan tempatmu bekerja dulu.
Setiap poin dalam resume harus menjawab pertanyaan tersebut, yang bisa menjadi nilai tambah yang menguatkan potensi untuk memperoleh panggilan wawancara.
Bahkan, tambahan sederhana, seperti angka, persentase, atau waktu yang dihemat bisa membuat perbedaan besar.
Salah satu contohnya, cantumkan "meningkatkan engagement media sosial sebesar 40 persen dalam enam bulan", bukan hanya "mengelola akun media sosial".
Baca juga:
Kandidat kerap membiarkan proyek atau tugas yang sudah tidak relevan tetap terncantum di urutan teratas pengalaman mereka. Perhatikanlah apakah proyek atau tugas tersebut sudah tidak membantu resume-mu.
Aturan praktisnya, prioritaskan karier selama tujuh sampai 10 tahun terakhir. Pengalaman yang lebih lama dari 10 tahun sebaiknya diringkas dalam satu atau dua baris saja di bagian bawah, jika masih relevan untuk diceritakan.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya