KOMPAS.com - China merilis rencana lima tahun baru mereka untuk mengurangi emisi karbon pada ekonominya, yang mana mengandalkan sektor energi terbarukan yang tengah berkembang pesat untuk membatasi penggunaan batu bara dan gas rumah kaca.
Kendati demikian, beberapa analis menganggap langkah ini kurang memuaskan.
Baca juga:
Dalam rencana tersebut, China menargetkan akan menurunkan intensitas karbon yaitu emisi karbon per unit produk domestik bruto (PDB), sebesar 17 persen dari tahun 2026 hingga 2030, dilansir dari Reuters, Senin (9/3/2026).
Sebagai informasi, intensitas karbon merupakan ukuran seberapa banyak emisi karbon dioksida (CO2) dari nilai barang dan jasa yang dihasilkan ekonomi suatu negara.
Akan tetapi, para analis menyebut angkat tersebut tidak cukup untuk memenuhi janji mereka dalam Perjanjian Iklim Paris, yaitu pengurangan sebesar 65 persen dari tahun 2005 hingga 2030.
Rencana baru tersebut juga tidak menetapkan target untuk menurunkan total emisi sebelum tahun 2030, sebagaimana yang diharapkan oleh para pengamat internasional.
Baca juga:
Menurut pengamat, target China untuk mengurangi emisi karbon lima tahun ke depan masih terlalu longgar.Salah satu pendiri Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) yang berbasis di Helsinki, Lauri Myllyvirta menuturkan, target intensitas karbon China "sangat longgar".
Ia menambahkan, target tersebut memungkinkan emisi meningkat sebesar tiga persen hingga enam persen selama lima tahun ke depan, mengingat target pertumbuhan ekonomi China.
Penelitian CREA sebelumnya menemukan bahwa China memerlukan pemangkasan sebesar 23 persen selama lima tahun ke depan untuk memenuhi komitmennya dalam Perjanjian Paris.
Selama rencana lima tahun sebelumnya yang berakhir tahun lalu, China hanya mengurangi intensitas karbonnya sebesar 12 persen, meleset dari target sebelumnya sebesar 18 persen.
Kegagalan tersebut, ditambah dengan target dekarbonisasi baru yang rendah, dinilai para analis tidak akan mampu memicu negara-negara lain untuk menetapkan target ambisius mereka sendiri dalam pengurangan emisi.
Sementara itu, di bawah program baru ini, China menetapkan target tahunan untuk mengganti 30 juta metrik ton batu bara dengan energi terbarukan dalam lima tahun.
Namun, mereka tidak menetapkan batasan pada konsumsi batu bara secara keseluruhan. Pada saat yang sama, China memang sedang memperluas kapasitas tenaga angin dan surya mereka dengan sangat cepat.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya