Lewat rencana baru ini, China disebut telah mengalihkan fokusnya. Dari yang tadinya mengendalikan penggunaan energi secara umum, menjadi fokus mengendalikan intensitas karbon.
Sistem yang disebut "kontrol ganda" ini akan mulai menerapkan aturan batasan emisi karbon langsung di tingkat industri, perusahaan, dan ke level proyek-proyek tertentu.
Pada tahun 2026, China berencana memangkas intensitas karbonnya sekitar 3,8 persen menurut laporan dari perencana negara tertinggi China, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC).
China menyatakan bahwa mereka memperkirakan emisi karbonnya akan mencapai titik puncak sebelum tahun 2030.
Meskipun begitu, target intensitas karbon yang baru ini tidak akan mudah dicapai, kata Yao Zhe, penasihat kebijakan Greenpeace East Asia yang berbasis di Beijing.
Ia menunjuk pada terus tumbuhnya permintaan energi dari sektor manufaktur China sebagai hambatan utamanya.
"Fokus kini semakin bergeser ke area yang lebih menantang yaitu dekarbonisasi sektor-sektor yang sulit dikurangi emisinya, mengintegrasikan porsi energi terbarukan yang jauh lebih besar ke dalam sistem tenaga listrik, serta membangun sistem kelistrikan yang lebih fleksibel dan tangguh," tambah Muyi Yang, analis energi senior dari lembaga pemikir energi, Ember
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya