KOMPAS.com - Sebagian besar apel yang diuji di Eropa disebut mengandung residu beberapa pestisida sekaligus, dengan 85 persen mengandung lebih dari satu pestisida.
Temuan tersebut didapat setelah Pesticide Action Network Europe (PAN Europe) bekerja sama dengan mitra untuk menguji 59 apel yang ditanam secara lokal dari 13 negara.
Baca juga:
Residu pestisida ditemukan hampir di semua sampel, bahkan beberapa apel menunjukkan tujuh pestisida sekaligus, dilansir dari Earth, Senin (23/3/2026).
Survei PAN Europe juga memperingatkan adanya kandungan bahan kimia abadi PFAS dalam pestisida yang muncul dalam 64 persen sampel.
Survei menemukan setidaknya delapan pestisida PFAS di seluruh apel, dan setiap negara yang berpartisipasi memiliki setidaknya satu sampel yang terkontaminasi.
PFAS merupakan bahan kimia tahan lama yang terurai sangat lambat. Senyawa ini bisa bertahan lama di tanah dan air, kemudian kembali ke makanan.
Baca juga:
Sejumlah pel yang diuji di Eropa mengandung residu beberapa pestisida sekaligus, dengan 85 persen mengandung lebih dari satu pestisida.Di antara bahan kimia yang terdeteksi, pestisida neurotoksik atau bahan kimia yang dapat membahayakan otak dan saraf, ditemukan pada 36 persen apel yang diuji.
Beberapa zat ini dapat mengganggu sinyal saraf, artinya ada kemungkinan otak yang sedang berkembang pada anak lebih rentan.
Oleh karena itu, penting agar batasan pestisida yang lebih ketat diterapkan pada makanan, terutama untuk yang dikonsumsi oleh anak-anak.
Adapun Kebun apel menghadapi tekanan terus-menerus dari jamur, serangga, dan kerusakan penyimpanan sehingga petani sering menyemprot pestisida berulang kali sepanjang musim.
PAN Europe menyampaikan, apel konvensional disemprot sekitar 30 kali setahun rata-rata di Eropa.
Baca juga:
Sebagian besar residu tidak hanya menempel di permukaan kulit, itulah sebabnya mencuci apel saja tidak bisa menyelesaikan segalanya.
Studi tentang apel menemukan bahwa pencucian hanya menghilangkan residu di permukaan, sedangkan residu yang lebih dalam tetap tertahan di dalam kulit buah.
Maka dari itu, mengupas apel dinilai menjadi cara yang lebih efektif karena menghilangkan lapisan luas tempat banyak pestisida terkumpul setelah penyemprotan pestisida.
Solusi lain untuk mengurangi paparan pestisida adalah dengan memilih apel organik karena pertanian tersebut sebagian besar melarang pestisida sintetis.
Namun, untuk mengatasi permasalahan ini secara keseluruhan, tentunya perlu sistem produksi serta kebijakan yang tegas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya