Penulis
KOMPAS.com - Spons cuci piring di dapur ternyata bisa melepaskan partikel mikroplastik. Hal ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Environmental Advances.
Penelitian bertajuk "From sink to sea: Microplastic release from kitchen sponges and potential environmental effects", peneliti ingin tahu seberapa banyak partikel mikroplastik yang lepas saat mencuci piring. Mereka juga melihat dampak lingkungan yang muncul dari penggunaan spons tersebut.
Baca juga:
"Dalam penelitian ini, kami mengukur pelepasan mikroplastik dari spons dapur berdasarkan kombinasi antara ilmu pengetahuan warga dan eksperimen laboratorium, serta melakukan penilaian siklus hidup (life cycle assessment atau LCA) untuk mengevaluasi kerusakan ekosistem yang diakibatkannya," tulis para peneliti, dilansir dari Science Direct, Senin (23/3/2026).
Tahukah kamu, spons cuci piring di dapur mengandung mikroplastik. Namun, bukan cuma spons yang berdampak bagi lingkungan. Dalam studi ini, relawan rumah tangga di Jerman dan Amerika Utara menggunakan tiga jenis spons berbeda. Mereka menggunakan spons tersebut dalam rutinitas harian mereka.
Para relawan mencatat cara mereka menggunakan spons tersebut. Spons ditimbang sebelum dan sesudah digunakan untuk melihat kehilangan materialnya.
Selain itu, ada juga tes laboratorium menggunakan alat otomatis bernama "SpongeBot". Alat ini meniru tekanan mekanis saat kamu mencuci piring secara manual, dikutip dari Phys.org.
Hasilnya menunjukkan, semua jenis spons yang diteliti kehilangan material saat digunakan. Hal ini menyebabkan pelepasan mikroplastik ke aliran air.
Jumlah pelepasan tahunan berkisar antara 0,68 hingga 4,21 gram per orang. Sebagai catatan, angka ini sangat bergantung pada jenis spons yang dipilih.
Spons dengan kandungan plastik yang lebih rendah melepaskan mikroplastik yang jauh lebih sedikit.
Meski jumlah per orang terlihat kecil, dampaknya menjadi besar jika dihitung satu negara. Di Jerman, misalnya, jumlahnya bisa mencapai 355 metrik ton mikroplastik per tahun.
Sebagian besar partikel memang tertahan di instalasi pengolahan air limbah. Namun, beberapa ton tetap masuk ke lingkungan air atau tanah setiap tahunnya.
Baca juga:
Tahukah kamu, spons cuci piring di dapur mengandung mikroplastik. Namun, bukan cuma spons yang berdampak bagi lingkungan. Meski masalah mikroplastik ini penting, ada hal lain yang lebih berdampak. Analisis LCA menunjukkan, konsumsi air saat mencuci piring secara manual punya dampak lingkungan paling besar.
Sekitar 85 persen hingga 97 persen total dampak lingkungan berasal dari penggunaan air.
Pelepasan mikroplastik memberikan porsi yang lebih kecil terhadap kerusakan ekosistem secara keseluruhan.
Berdasarkan studi tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya, gunakanlah lebih sedikit air saat mencuci piring.
Cara selanjutnya adalah pilihlah spons dengan kandungan plastik yang lebih rendah.
Kemudian, gunakanlah spons untuk waktu yang lebih lama. Umur pakai spons yang lebih panjang akan mengurangi konsumsi sumber daya.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya