Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Ungkap Spons Cuci Piring Bisa Jadi Sumber Polusi Mikroplastik

Kompas.com, 23 Maret 2026, 09:01 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Spons cuci piring di dapur ternyata bisa melepaskan partikel mikroplastik. Hal ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Environmental Advances.

Penelitian bertajuk "From sink to sea: Microplastic release from kitchen sponges and potential environmental effects", peneliti ingin tahu seberapa banyak partikel mikroplastik yang lepas saat mencuci piring. Mereka juga melihat dampak lingkungan yang muncul dari penggunaan spons tersebut.

Baca juga:

"Dalam penelitian ini, kami mengukur pelepasan mikroplastik dari spons dapur berdasarkan kombinasi antara ilmu pengetahuan warga dan eksperimen laboratorium, serta melakukan penilaian siklus hidup (life cycle assessment atau LCA) untuk mengevaluasi kerusakan ekosistem yang diakibatkannya," tulis para peneliti, dilansir dari Science Direct, Senin (23/3/2026).

Spons cuci piring bisa jadi sumber polusi mikroplastik

Spons bisa lepaskan mikroplastik ke aliran air

Tahukah kamu, spons cuci piring di dapur mengandung mikroplastik. Namun, bukan cuma spons yang berdampak bagi lingkungan. Shutterstock/New Africa Tahukah kamu, spons cuci piring di dapur mengandung mikroplastik. Namun, bukan cuma spons yang berdampak bagi lingkungan.

Dalam studi ini, relawan rumah tangga di Jerman dan Amerika Utara menggunakan tiga jenis spons berbeda. Mereka menggunakan spons tersebut dalam rutinitas harian mereka.

Para relawan mencatat cara mereka menggunakan spons tersebut. Spons ditimbang sebelum dan sesudah digunakan untuk melihat kehilangan materialnya.

Selain itu, ada juga tes laboratorium menggunakan alat otomatis bernama "SpongeBot". Alat ini meniru tekanan mekanis saat kamu mencuci piring secara manual, dikutip dari Phys.org.

Hasilnya menunjukkan, semua jenis spons yang diteliti kehilangan material saat digunakan. Hal ini menyebabkan pelepasan mikroplastik ke aliran air.

Jumlah pelepasan tahunan berkisar antara 0,68 hingga 4,21 gram per orang. Sebagai catatan, angka ini sangat bergantung pada jenis spons yang dipilih.

Spons dengan kandungan plastik yang lebih rendah melepaskan mikroplastik yang jauh lebih sedikit.

Meski jumlah per orang terlihat kecil, dampaknya menjadi besar jika dihitung satu negara. Di Jerman, misalnya, jumlahnya bisa mencapai 355 metrik ton mikroplastik per tahun.

Sebagian besar partikel memang tertahan di instalasi pengolahan air limbah. Namun, beberapa ton tetap masuk ke lingkungan air atau tanah setiap tahunnya.

Baca juga:

Penggunaan air saat cuci piring tetap harus diperhatikan

Tahukah kamu, spons cuci piring di dapur mengandung mikroplastik. Namun, bukan cuma spons yang berdampak bagi lingkungan. SHUTTERSTOCK/SUKIYAKI Tahukah kamu, spons cuci piring di dapur mengandung mikroplastik. Namun, bukan cuma spons yang berdampak bagi lingkungan.

Meski masalah mikroplastik ini penting, ada hal lain yang lebih berdampak. Analisis LCA  menunjukkan, konsumsi air saat mencuci piring secara manual punya dampak lingkungan paling besar.

Sekitar 85 persen hingga 97 persen total dampak lingkungan berasal dari penggunaan air.

Pelepasan mikroplastik memberikan porsi yang lebih kecil terhadap kerusakan ekosistem secara keseluruhan.

Berdasarkan studi tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya, gunakanlah lebih sedikit air saat mencuci piring. 

Cara selanjutnya adalah pilihlah spons dengan kandungan plastik yang lebih rendah.

Kemudian, gunakanlah spons untuk waktu yang lebih lama. Umur pakai spons yang lebih panjang akan mengurangi konsumsi sumber daya.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau