Para penulis berpendapat, langkah selanjutnya ialah melakukan studi jangka panjang pada bangunan nyata yang mempertimbangkan pencahayaan, ventilasi, tingkat hunian, hingga perawatan.
“Menanam tanaman di dalam ruangan adalah cara yang sangat baik untuk menghadirkan manfaat tanaman serta interaksi manusia dengan tanaman ke dalam rumah perkotaan, sekolah, dan ruang lain yang sulit mengakses alam," ucap peneliti lainnya, Tijana Blanusa.
Penelitian ini merupakan bagian inti dari proyek GREENIN Micro Network Plus, yang mempertemukan universitas, pemerintah daerah, organisasi lingkungan, dan para ahli hortikultura untuk mengeksplorasi bagaimana ruang dalam ruangan dapat dirancang guna meningkatkan kualitas udara, kenyamanan, serta kesejahteraan di tengah perubahan iklim.
Peneliti menggunakan 10 kerangka pertanyaan lalu mengategorikannya ke dalam lima klaster tematik antara lain kinerja biofisik dan teknis; dinamika ekologis dan mikrobiologis; kesehatan dan kesejahteraan manusia; kesetaraan, akses, dan faktor sosial ekonomi; serta implementasi dan integrasi sistem.
Studi turut menjadi dasar penting bagi pengembangan panduan desain dan kebijakan di masa depan berdasarkan potensi nyata penghijauan dalam ruangan.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya