KOMPAS.com - Penelitian menemukan bahwa angka obesitas di kalangan anak sekolah dan remaja meningkat di hampir setiap negara antara tahun 1980 dan 2024. Namun, kecepatan peningkatannya sekarang sangat berbeda di setiap wilayah.
Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 13 Mei 2026, obesitas pada anak-anak dan remaja tidak lagi meningkat dengan kecepatan yang sama di seluruh dunia.
Melansir Down to Earth, Minggu (17/5/2026) angka obesitas di antara anak muda telah melambat, stabil, atau bahkan sedikit menurun di banyak negara berpenghasilan tinggi.
Di sisi lain angka obesitas justru terus melonjak bahkan dalam beberapa kasus sangat cepat di sebagian besar wilayah Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Kepulauan Pasifik.
Penelitian ini menganalisis tren obesitas dari tahun 1980 hingga 2024 menggunakan data dari 4.050 studi masyarakat. Penelitian ini melibatkan 232 juta peserta berusia lima tahun ke atas di 200 negara dan wilayah.
Baca juga: Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Para peneliti memeriksa pola obesitas menggunakan ukuran yang disebut velocity. Ukuran ini menunjukkan perubahan tahunan angka obesitas dalam satuan persen setiap tahunnya.
Studi tersebut menemukan bahwa obesitas saat ini jauh lebih sering terjadi di seluruh dunia dibandingkan pada akhir abad ke-20. Sejak tahun 1990-an, peningkatan obesitas yang sangat cepat ini sudah sering disebut sebagai sebuah epidemi.
Namun, laporan-laporan terdahulu sebagian besar hanya membandingkan jumlah kasus obesitas dari dekade ke dekade. Laporan tersebut tidak menilai secara teliti bagaimana tren obesitas berkembang dalam jangka waktu yang lebih pendek di setiap negara.
Untuk memahami pola-pola ini dengan lebih baik, para ilmuwan menghitung tingkat pertumbuhan obesitas tahunan secara terpisah antara kelompok anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
Obesitas pada orang dewasa sendiri diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT atau BMI) sebesar 30 kilogram per meter persegi atau lebih. Sementara itu, untuk anak-anak dan remaja, ukurannya ditentukan berdasarkan standar pertumbuhan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus obesitas di antara anak sekolah dan remaja meningkat di hampir setiap negara yang diteliti antara tahun 1980 dan 2024.
Kenaikannya berkisar antara 0,6 hingga 27 persen pada anak perempuan, dan antara 0,4 hingga 35 persen pada anak laki-laki. Meskipun begitu, kecepatan peningkatan ini sangat berbeda-beda di setiap wilayah.
Baca juga: Biaya Perawatan Pasien Obesitas dengan Komorbid Membengkak Tiap Tahun
Di sebagian besar negara kaya di Eropa Barat, Amerika Utara, dan Australasia, serta Jepang dan Taiwan, peningkatan angka obesitas pada anak-anak sebagian besar terjadi sebelum tahun 2000.
Sejak saat itu, tingkat kenaikannya telah melambat secara drastis, cenderung stabil, atau bahkan dalam beberapa kasus sedikit menurun.
Negara-negara seperti Denmark, Prancis, Swiss, dan Belanda mencatat kenaikan tahunan yang sangat rendah atau hampir nol selama sepuluh tahun terakhir.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya