Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IPB University Raih Peringkat 48 Global Bidang Agriculture & Forestry versi QS WUR

Kompas.com, 26 Maret 2026, 10:39 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - IPB University kembali masuk dalam peringkat ke-48 dunia untuk bidang Agriculture & Forestry serta masuk dalam Top 100 Dunia (peringkat 51–100) bidang Veterinary Science berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) by Subject 2026.

Pada tahun sebelumnya, IPB University berhasil menembus peringkat 49 dunia di bidang yang sama. Hal tersebut menunjukkan keberlanjutan kinerja unggul dan daya saing global yang semakin kuat.

Rektor IPB Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa capaian ini merupakan pijakan penting bagi IPB University sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mampu bertahan di Top 50 dunia untuk bidang Agriculture & Forestry, melanjutkan tren positif yang telah dipertahankan selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Akademisi IPB: Limbah Sawit Potensial jadi Produk Bernilai Tambah

“Capaian ini bukan hanya tentang posisi dalam pemeringkatan, tetapi tentang bagaimana IPB terus menghadirkan solusi bagi tantangan global. Kami ingin memastikan bahwa setiap riset, inovasi, dan lulusan IPB benar-benar memberi kontribusi pada isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kesehatan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Ia menegaskan bahwa ke depan IPB University akan semakin memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan kemitraan internasional, sekaligus mendorong hilirisasi inovasi agar manfaatnya semakin dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami percaya bahwa keunggulan global harus berjalan beriringan dengan kebermanfaatan. Karena itu, IPB akan terus berinovasi, memperluas jejaring, dan memperkuat kualitas pendidikan serta riset, agar tidak hanya kompetitif di tingkat dunia, tetapi juga relevan dan berdampak bagi Indonesia dan dunia,” tambahnya.

Publikasi Ilmiah

IPB University terus menunjukkan keunggulan dalam publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, serta relevansi riset terhadap isu-isu global seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kesehatan hewan.

Baca juga: 19 Jurusan Sepi Peminat di ITB, IPB, Unpad, dan UPI untuk UTBK SNBT 2026

Capaian pada bidang Veterinary Science yang masuk Top 100 Dunia juga menjadi indikator utama bahwa pengembangan ilmu kedokteran hewan di IPB University semakin diakui secara global, sejalan dengan pendekatan one health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penguatan posisi IPB University tidak hanya terlihat pada peringkat, tetapi juga pada meningkatnya pengakuan global terhadap kualitas lulusan, dampak riset, serta kontribusi inovasi IPB University dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Indonesia Sampaikan Komitmen Kelola Taman Nasional di Markas PBB
Indonesia Sampaikan Komitmen Kelola Taman Nasional di Markas PBB
Pemerintah
 IESR: Integrasi Regional untuk Ketahanan Energi Harus Dipercepat
IESR: Integrasi Regional untuk Ketahanan Energi Harus Dipercepat
LSM/Figur
Bikin Bisnis Berkelanjutan, Ini Cerita Pelaku UMKM Surabaya Belajar Kelola Keuangan Digital
Bikin Bisnis Berkelanjutan, Ini Cerita Pelaku UMKM Surabaya Belajar Kelola Keuangan Digital
Swasta
Pemulung di Jaktim Jadi Mentor Hidroponik, Ajari Warga Binaan Bertani Melon
Pemulung di Jaktim Jadi Mentor Hidroponik, Ajari Warga Binaan Bertani Melon
LSM/Figur
Ekonomi Global Terancam Rugi Rp17.477 Triliun Akibat Cuaca Ekstrem
Ekonomi Global Terancam Rugi Rp17.477 Triliun Akibat Cuaca Ekstrem
Pemerintah
Kombinasi Energi Terbarukan-Baterai Bisa Sediakan Listrik Murah 24 Jam
Kombinasi Energi Terbarukan-Baterai Bisa Sediakan Listrik Murah 24 Jam
Pemerintah
Taman Safari Indonesia Siap Dukung Transformasi Kebun Binatang Bandung
Taman Safari Indonesia Siap Dukung Transformasi Kebun Binatang Bandung
Swasta
PBB: Permintaan Kayu Bakar Menjadi Penyebab Utama Hilangnya Hutan Global
PBB: Permintaan Kayu Bakar Menjadi Penyebab Utama Hilangnya Hutan Global
Pemerintah
Krisis Utang Negara Ancam Masa Depan dan Kesejahteraan Perempuan
Krisis Utang Negara Ancam Masa Depan dan Kesejahteraan Perempuan
Pemerintah
Satu Awan Radioaktif Sebabkan Mayoritas Dampak Kontaminasi Saat Bencana Nuklir Fukushima
Satu Awan Radioaktif Sebabkan Mayoritas Dampak Kontaminasi Saat Bencana Nuklir Fukushima
LSM/Figur
Label Makanan Alami dan Berkelanjutan Membingungkan Konsumen, Kok Bisa?
Label Makanan Alami dan Berkelanjutan Membingungkan Konsumen, Kok Bisa?
LSM/Figur
KIP: Informasi Kehutanan Masuk Kategori Wajib Diumumkan Seketika
KIP: Informasi Kehutanan Masuk Kategori Wajib Diumumkan Seketika
Pemerintah
Harga BBM Naik, Konsumen Beralih ke Bahan Bakar dengan Oktan Lebih Rendah
Harga BBM Naik, Konsumen Beralih ke Bahan Bakar dengan Oktan Lebih Rendah
BUMN
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
LSM/Figur
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau