Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Permintaan Minyak Bumi Global Mencapai Puncak?

Kompas.com, 25 Maret 2026, 22:05 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Survei tahunan 2026 Energy & Natural Resources yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Bain & Company terhadap lebih dari 800 eksekutif di sektor minyak dan gas, utilitas, kimia, pertambangan, dan agribisnis mengungkapkan waktu puncak permintaan global terhadap minyak.

Hasil survei menunjukkan bahwa faktor ekonomi tetap menjadi penentu utama arah investasi, dengan banyak perusahaan masih mempertahankan investasi pada teknologi berbasis bahan bakar fosil.

Mayoritas responden juga memperkirakan permintaan minyak global masih akan terus meningkat setidaknya dalam satu dekade ke depan.

Baca juga: Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan

Namun, pandangan mengenai puncak permintaan minyak berbeda antarwilayah. Sekitar setengah eksekutif di Eropa memperkirakan permintaan akan mencapai puncaknya sebelum 2035, sementara 41 persen eksekutif di Amerika Utara menilai hal itu baru akan terjadi setelah 2050.

Di sisi lain, arah investasi pada bisnis transisi energi juga menunjukkan perbedaan. Perusahaan yang sejak awal telah mengalokasikan modal besar pada sektor ini cenderung tetap konsisten, sementara perusahaan yang sebelumnya berinvestasi kecil mulai mengurangi alokasi.

“Semakin jelas bahwa faktor geopolitik dan kebijakan memengaruhi bagaimana para pemimpin industri memandang investasi transisi energi secara berbeda,” ujar Global Head of Energy & Natural Resources Bain & Company, Joe Scalise dalam keterangan resminya akhir pekan lalu.

Ia menambahkan bahwa dukungan kebijakan yang diharapkan untuk mempercepat transisi energi belum sepenuhnya terwujud.

“Ini mencerminkan kompleksitas transisi energi dan fakta bahwa dukungan kebijakan yang diharapkan belum terealisasi,” kata Scalise.

Empat Tren Utama

Survei tersebut juga mengidentifikasi empat tren utama yang memengaruhi sektor energi dan sumber daya alam saat ini.

Pertama, ketidakpastian geopolitik dan kebijakan dinilai mengubah arah investasi secara cepat. Para eksekutif cenderung lebih memilih investasi di wilayah domestik dibandingkan ekspansi global.

Kedua, restrukturisasi bisnis diperkirakan meningkat dalam dua tahun ke depan, termasuk divestasi, konsolidasi, dan penutupan aset. Sekitar dua pertiga responden memperkirakan tren ini akan terjadi, terutama di sektor kimia dan pertambangan.

Ketiga, meskipun penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin meluas, sebagian besar perusahaan belum melihat hasil investasi yang signifikan. Sekitar dua pertiga perusahaan masih berada pada tahap uji coba atau pilot project, sementara hanya seperempat yang telah berhasil mengimplementasikan AI secara luas.

Baca juga: AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi

Keempat, meningkatnya kebutuhan listrik akibat penggunaan AI mendorong perusahaan utilitas untuk memilih investasi yang paling cepat dan layak secara komersial, seperti penyimpanan energi, perpanjangan umur aset, serta penguatan jaringan distribusi.

Partner Bain & Company, Grant Dougans, menekankan pentingnya disiplin bisnis dalam menghadapi ketidakpastian sektor energi.

“Fokus pada investasi yang didasarkan pada realitas fisika dan ekonomi menjadi semakin penting, dengan mempertimbangkan peran kebijakan secara jelas,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan perlu lebih selektif dalam menentukan portofolio investasi serta tetap fleksibel menghadapi dinamika pasar global.

Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan bahwa transisi energi global masih menghadapi tantangan besar, baik dari sisi kebijakan, ekonomi, maupun perkembangan teknologi, di tengah meningkatnya kebutuhan energi di berbagai sektor.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
Kisah Para Ibu Pemulung yang Punya Dana Darurat dari Menabung Sampah
LSM/Figur
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Menhut Pamerkan Potensi Perdagangan Karbon RI di Forum Internasional AS
Pemerintah
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Jutaan Anak Indonesia Terdampak Krisis Iklim, Perempuan Paling Rentan
Pemerintah
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Data 60 Tahun Ungkap Ketidakjelasan Tugas Jadi Sumber Stres Utama Karyawan
Pemerintah
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Ilmuwan Peringkatkan Potensi Peningkatan Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Pemerintah
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
Petrofin Journalist Academy ke-5 Digelar, Dukung Anak Muda Optimalkan AI
BUMN
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030
Pemerintah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya  Ada yang Salah
DEN: WFH Namun Jalanan Masih Macet, Artinya Ada yang Salah
Pemerintah
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
1 Dekade Elektrifikasi di China, Jejak Revolusi Senyap Menuju Masa Depan Hijau
BUMN
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
Jalan Panjang Talenta Indonesia dan Upaya Bangun Generasi Siap Masa Depan di Asia Tenggara
BrandzView
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis
Pemerintah
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Hujan Diprediksi Masih Melanda Sejumlah Wilayah di Tengah Cuaca Panas
Pemerintah
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 50 Derajat
Swasta
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
LSM/Figur
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin 'Sapu Teknologi'
Manfaatkan Barang Bekas untuk Bersihkan Sampah, Siswi SMAN 40 Jakarta Bikin "Sapu Teknologi"
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau