KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy di Surabaya dan Malang Raya.
Hal ini dilakukan usai Pemprov Jatim menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Baca juga:
“PSEL menjadi jawaban atas darurat sampah di wilayah perkotaan. Bapak (Presiden) Prabowo Subianto menginstruksikan kita semua untuk mempercepat pembangunan dan menyiapkan segala sesuatu yang menjadi syaratnya,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Jawa Timur akan memiliki dua fasilitas Waste to Energy (PSEL) yang dibangun di Surabaya dan Malang. Simak selengkapnya.KLH mencatat, Surabaya yang terdiri dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sidoarjo, memiliki timbulan sampah 3.692 ton per hari.
Fasilitas Waste to Energy direncanakan akan dibangun di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, untuk mengelola 1.100 ton sampah per hari.
Sementara itu, Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, memiliki timbulan sampah 1.947 ton per hari.
Hanif menyebut, fasilitas Waste to Energy akan dibangun di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, guna mengelola 1.038 ton sampah per hari.
Dengan demikian, sampah yang direncanakan bisa dikelola fasilitas ini di provinsi tersebut sekitar 2.000-an ton per hari.
Adapun dokumen PKS dibuat untuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang terkoordinasi serta komitmen seluruh pihak dalam pembangunan dan pengoperasian Waste to Energy.
Dengan begitu, fasilitas PSEL di Surabaya dan Malang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah sekaligus memproduksi energi listrik terbarukan, mendukung target pengelolaan sampah nasional hingga 100 persen pada 2029.
“Provinsi ini menjadi provinsi dengan sampah terkelola tertinggi di Indonesia, lebih dari 50 persen berhasil dikelola," tutur Hanif.
"Ini pencapaian luar biasa, dan saya berharap provinsi ini dapat terus mengatasi timbulan sampah di wilayahnya apalagi dengan adanya fasilitas PSEL ke depannya," imbuh dia.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya