Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zulhas Sebut Fasilitas Waste to Energy Bakal Beroperasi 2027 di 4 Kota

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:21 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, fasilitas Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) diproyeksikan beroperasi pada 2027.

Pada tahap awal, WtE akan dibangun di empat kota, antara lain Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta.

Baca juga: 

Pada tahap kedua, rencananya WtE bakal dibangun di 14 lokasi lain termasuk Jakarta, Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, dan Tangerang. 

"Janji kami, akhir 2027 Waste to Energy sudah ada yang jalan, yang jadi ya. Awal 2028 empat ini juga sudah jadi, menyusul yang 14 (lokasi) kami harapkan pertengahan 2028 sampai akhir 2028 juga sudah jadi," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Waste to Energy bakal beroperasi 2027 di empat kota

Dirancang mengelola 1.000 ton sampah per hari

Peletakan batu pertama, lanjut Zulhas, akan dilakukan Juni 2026 mendatang. Fasilitas tersebut dirancang mengelola 1.000 ton sampah per hari.

Zulhas menilai, persoalan sampah di kota besar saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga pembangunan PSEL ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan.

"Kita sudah masuk kategori, darurat sampah. Oleh karena itu ada beberapa cara yang kami akan selesaikan sebagaimana sudah diketahui, ada Waste to Energy, ada lagi nanti yang (pengelolaan sampah) di bawah 1.000 (ton), dan seterusnya," jelas Zulhas.

Kemenko Bidang Pangan, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta universitas untuk membuat alat pengolahan sampah proyek WtE.

Baca juga:

Ada 2 mitra terpilih

Fasilitas Waste to Energy (WtE) ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang di empat kota. Dok. Freepik/jcomp Fasilitas Waste to Energy (WtE) ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang di empat kota.

Danantara Indonesia sebelumnya mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas PSEL di Bekasi dan Denpasar.

Perusahaan itu antara lain Wangneng Environment Co Ltd sebagai operator untuk pembangkit di Bekasi dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd. operator untuk pembangkit di Denpasar.

Selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, penetapan ini merupakan bagian dari program WtE yang bertujuan mengatasi permasalahan sampah dengan memperkuat pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada pembuangan ke TPA (tempat pemrosesan akhir), serta mendukung pembangkit energi yang berkelanjutan.

Mitra operator diwajibkan membentuk konsorsium guna mendorong transfer teknologi, termasuk badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan lokal Indonesia.

“Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat.” jelas Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir dalam keterangannya.

Wangneng Environment Co Ltd berkantor pusat di Huzhou, Zhejiang, dan beroperasi pada 2012.  Perusahaan memanfaatan sumber daya limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, serta daur ulang karet. 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau