KOMPAS.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat peningkatan jumlah titik panas (hotspot) serta kebakaran hutan dan lahan di tengah ancaman fenomena Godzilla El Nino pada tahun ini.
Berdasarkan data per 31 Maret 2026, dilaporkan 7.883 hotspot yang tersebar di Kalimantan Barat. Polisi Hutan (Polhut) Ahli Utama, Sustyo Iriyono menjelaskan karhutla seluas 479 hektar berhasil dipadamkan 13 regu berisi 195 personel Manggala Agni.
Kebakaran tersebar di beberapa kabupaten/kota, dengan insiden terbesar berada di Kabupaten Kubu Raya seluas 131 hektar.
Disusul Kabupaten Sambas seluas 103 hektar, Kabupaten Ketapang seluas 73 hektar, Kabupaten Mempawah seluas 47 hektar, serta Kota Singkawang seluas 38 hektar.
Baca juga: BNPB Catat Banjir dan Karhutla di Indonesia per Maret 2026
“Pengawasan jadi kunci penting, bukan hanya soal teknis pemadaman di lapangan tetapi juga memastikan adanya ketaatan, kontrol yang konsisten dan langkah antisipatif yang terukur," kata Sustyo dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
"Dengan pengawasan yang kuat, setiap potensi bisa dideteksi lebih awal dan ditangani lebih cepat," imbuh dia.
Kini, Kemenhut bersiaga mengantisipasi karhutla melalui deteksi dini, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta intensifikasi koordinasi lintas sektor.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Yudho S Mustiko menyatakan, penguatan langkah anitisipasi merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 97/BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap akibat Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.
Baca juga: Karhutla Indonesia 2025 Capai 359.000 Hektar, Ini 7 Provinsi yang Rawan
Penetapan langkah kesiapsiagaan ini juga didasarkan pada adanya peningkatan signifikan jumlah hotspot di Provinsi Kalimantan Barat selama periode Januari hingga Maret 2026.
Terlebih Kalimantan Barat termasuk salah satu wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran hutan yang tinggi.
"Tim Posko Pengendalian Kebakaran Hutan yang dipimpin Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah X Pontianak selaku Koordinator Wilayah UPT Kementerian Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat bekerja secara terpadu dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian karhutla," sehut Yudho.
Nantinya, Posko Pengendalian Karhutla melaksanakan berbagai kegiatan yakni peningkatan patroli terpadu pencegahan karhutla di wilayah rawan, optimalisasi pemantauan hotspot dan pelaporan kejadian karhutla harian melalui sistem pelaporan terintegrasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Kemudian, meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan penunjang, aktivasi sistem pelaporan cepat kejadian karhutla, serta menyosialisasikan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar.
"Seluruh unsur terkait diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan operasional guna memastikan setiap kejadian karhutla dapat ditangani secara cepat dan efektif sejak dini," jelas Yudho.
Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.
Kemenhut menyampaikan, pengaktifan Posko Pengendalian Karhutla di Kalimantan Barat diharapkan mampu memperkuat langkah preventif sejak awal musim kemarau, meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan, hingga mencegah asap lintas wilayah dan lintas negara.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya