Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat

Kompas.com, 14 April 2026, 21:50 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecerdasan buatan (AI) membuka peluang lebih besar bagi pelaku kejahatan siber.

Dalam hal ini, pelaku kejahatan dapat memanfaatkan AI untuk pemindaian sistem, hingga penyusunan strategi serangan. AI juga membuat serangan siber menjadi bertambah cepat, lebih personal, dan semakin sulit dideteksi.

Menurut Indonesia Country Manager Synology Inc, Clara Hsu, AI membuat ancaman siber hari ini jauh berbeda dari sebelumnya.

Pola serangan siber, seperti phishing, pencurian kredensial, dan ransomware, masih menjadi metode utama. Namun, AI memungkinkan pendekatan serangan siber saat ini jauh lebih canggih.

Baca juga: Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun

Misalnya, serangan phishing bisa disusun secara sangat personal, dengan pesan yang dikirim sudah tidak tampak generik dan disesuaikan konteks pekerjaan, jabatan, sampai gaya komunikasi target. Imbasnya, serangan siber menjadi jauh lebih meyakinkan dan sulit dikenali.

Setelah kredensial berhasil diperoleh, pelaku kejahatan siber dapat masuk ke dalam sistem dan bergerak secara tersembunyi. Dalam banyak kasus, pelaku tidak segera melakukan serangan siber, dengan justru menunggu momen yang paling kritis, seperti akhir kuartal atau periode bisnis sibuk untuk meluncurkan ransomware dan memaksimalkan dampak terhadap operasional.

Selain metode utama di atas, dengan adanya AI, pola serangan siber kemungkinan akan semakin beragam ke depannya.

"Karena possibility dari AI itu sangat luas. Tidak cuma mengelabuhi, AI juga bisa otomatis mencari target baru. AI juga otomatis mencari celah-celah yang ada dari segala macam sistem di dunia. Bukan hanya pengguna, AI juga bisa (membantu) menyerang vendor, salah satunya Synology dan sering kami melihat ransomeware menyerang ke backdoor, ke opertor system, seperti Windows," ujar Clara dalam acara Media Gathering bertajuk Cyber Resillience in the AI Era, Selasa (14/3/2026).

Naik 2 Kali Lipat

AI memungkinkan pelaku kejahatan siber mencari dan mengeksploitasi celah-celah dari berbagai sistem IT. Seiring semakin canggihnya AI, Clara memprediksi, serangan siber akan mengalami kenaikan minimal dua kali lipat

"Karena bayangkan saja sekarang adanya AI, saya tulis email, saya tinggal 'draft me email'. Saya butuh hanya satu menit selesai email saya yang mungkin saya butuh 30 menit. Efisiensi saya naik 30 kali lipat. Itu juga terjadi di hacker. Hacker bisa dengan gampang menganalisa 'ini target-target yang mau saya serang', awalnya dia manual tuh filternya, sekarang dia filter by AI. Jadi sudah semakin cepat, semakin banyak serangan, dan semakin pintar serangannya," tutur Clara.

Perkembangan AI mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri, mulai dari peningkatan efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan berbasis data. Di balik menguatnya peran AI sebagai bagian penting dalam strategi bisnis modern, potensi serangan siber muncul menjadi tantangan baru yang tidak bisa diabaikan.

Baca juga: CFO Prediksi Dampak AI Terhadap Tenaga Kerja Masih Minim Tahun Ini

Peningkatan adopsi AI membuat organisasi atau perusahaan harus mengelola lebih banyak sistem, bertambah banyak data, serta konektivitas yang semakin luas antar lingkungan IT. Kondisi ini membuat
infrastruktur teknologi menjadi semakin kompleks dan pada saat yang sama, memperbesar potensi risiko keamanan.

"Kompleksitas IT yang meningkat karena AI selalu datang bersama peningkatan risiko. Semakin banyak sistem dan data, semakin besar pula permukaan serangan yang harus diamankan,” ucapnya.

Di dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih, kata dia, organisasi atau perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan pencegahan. Ketika serangan berhasil menembus sistem, kemampuan untuk memulihkan data juga menjadi faktor yang sangat menentukan. Dalam hal ini, backup berperan sebagai garis pertahanan terakhir dari berbagai risiko serangan siber.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan
LSM/Figur
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Pemerintah
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Jelang Penerapan EUDR, Sepertiga Perusahaan Masih Minim Komitmen Deforestasi
Pemerintah
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Swasta
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
Pemerintah
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
LSM/Figur
'Blue Carbon' Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
"Blue Carbon" Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau