KOMPAS.com - Microsoft dikabarkan menghentikan sementara pembelian penghapusan karbon (carbon removal).
Langkah ini bisa berdampak besar bagi pasar penghapusan karbon. Sebab, selama beberapa tahun terakhir, pasar ini sangat bergantung pada Microsoft sebagai pembeli terbesarnya di dunia.
Bahkan pada tahun 2025, menurut data CDR.fyi, Microsoft menguasai sekitar 90 persen dari total pembelian kredit penghapusan karbon secara global.
Melansir ESG Today, Senin (13/4/2026) Microsoft sendiri tidak membenarkan atau membantah kabar tersebut secara terang-terangan.
Juru bicara Microsoft hanya mengatakan bahwa mereka terus memantau dan mengevaluasi portofolio penghapusan karbon serta kondisi pasar untuk menjaga keseimbangan terbaik menuju target bebas karbon.
Baca juga: Microsoft Capai Target 100 Persen Energi Terbarukan
Sebagai informasi Carbon removal atau penghapusan karbon merupakan kegiatan menyedot kembali polusi di udara dan menyimpannya di tempat aman dalam jangka panjang agar tidak kembali lagi mencemari lagi.
Metode yang digunakan bisa alami dengan cara menanam pohon atau memperbaiki kualitas tanah. Selain itu juga bisa dilakukan dengan teknologi yakni melalui Direct Air Capture (DAC), mesin raksasa untuk menyedot karbon dan menyimpannya di bawah tanah.
Proses tersebut menghasilkan kredit penghapusan karbon yang dianggap jauh lebih berkualitas dan mahal daripada kredit karbon biasa.
Program penghapusan karbon Microsoft sendiri merupakan bagian dari janji mereka untuk menjadi 'negatif karbon' pada tahun 2030. Artinya, mereka akan menyedot lebih banyak polusi daripada yang mereka hasilkan.
Selain itu, pada tahun 2050, mereka berambisi untuk menghapus seluruh jejak karbon yang pernah mereka hasilkan sejak perusahaan berdiri.
Tahun ini, Microsoft mengumumkan telah sepakat untuk menghapus 45 juta metrik ton karbon pada tahun 2025. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari tahun 2024, dan sembilan kali lipat lebih besar dibanding tahun 2023.
Sebagai perbandingan, pembeli terbesar kedua (Frontier Buyers) sejauh ini hanya membeli sekitar 1,8 juta ton.
Pada tahun 2025, Microsoft bekerja sama dengan 21 perusahaan di berbagai negara untuk menghapus karbon, baik melalui cara alami maupun teknologi mesin. Hasilnya setara dengan melenyapkan polusi 10 juta mobil bensin selama setahun.
Tak hanya membeli, Microsoft juga membantu mengembangkan industri ini sejak tahap awal dengan melakukan pemeriksaan ketat, membantu pendanaan, hingga menciptakan model pembiayaan baru agar proyek-proyek penghapusan karbon ini bisa tumbuh lebih cepat.
Baca juga: Amazon hingga Microsoft Dominasi Pembelian Energi Bersih Sepanjang 2025
Aktivitas belanja Microsoft sebenarnya masih berlanjut hingga tahun 2026 ini. Selama beberapa bulan terakhir, mereka sudah mengumumkan beberapa kesepakatan besar, termasuk perjanjian jangka panjang selama 15 tahun untuk membeli lebih dari 600.000 ton kredit karbon yang baru saja diumumkan minggu lalu.
Jadi, meskipun pembelian baru dikabarkan sedang berhenti, kontrak jangka panjang yang sudah ditandatangani Microsoft akan tetap mengalirkan dana miliaran dolar ke proyek-proyek penghapusan karbon selama beberapa tahun ke depan.
Para pelaku industri pun memberikan apresiasi atas peran Microsoft dalam memajukan pasar ini, walaupun mereka juga mengakui bahwa jeda pembelian ini memberikan tantangan tersendiri.
“Microsoft tidak hanya membeli kredit karbon. Mereka yang membangun pasarnya. Mereka menetapkan standar kualitas tinggi yang memaksa setiap penyedia, termasuk kami, untuk menjadi lebih baik,” ungkap Jonathan Rhone, CEO pengembang proyek penghapusan karbon CO280.
"Microsoft bukan satu-satunya pembeli. Pasar ini akan tetap tumbuh setiap tahun dengan adanya pembeli-pembeli baru yang bermunculan setiap hari,” tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya