Ikan ini juga termasuk omnivora dan sangat adaptif terhadap berbagai sumber makanan. Di habitat asalnya di Sungai Amazon, Amerika Selatan, predator alami sapu-sapu antara lain ikan common snook, tarpon, buaya spectacled caiman, dan burung neotropic cormorant.
“Tidak adanya predator spesifik di ekosistem seperti Sungai Ciliwung menjadi alasan utama mengapa ikan ini sangat sulit dikendalikan,” ucap Charles.
Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembersihan sungai dan saluran air secara serentak di lima wilayah kota adminstrasi Jakarta, Jumat (18/4/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kegiatan ini juga menyasar pengangkatan ikan sapu-sapu yang dinilai merusak lingkungan.
“Kenapa ikan ini harus dibersihkan? Karena memang sudah merusak. Dan dari hasil lab, hampir semua ikan yang dites di laboratorium kadar batasnya itu kan 0,3 miligram. Dia lebih dari itu, sehingga akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi,” katanya.
Ikan sapu-sapu juga bisa merusak tanggul karena sering membuat lubang untuk bersembunyi. Masalah lainnya, sapu-sapu memakan ikan lokal hingga telur-telurnya, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya