Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan

Kompas.com, 16 April 2026, 17:35 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan logistik DHL Express bakal beralih menggunakan avtur atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) guna memangkas emisi dari operasionalnya. Hal ini dilakukan usai perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama dengan kargo International Airlines Group (IAG), IAG Cargo, yang berdurasi selama lima tahun.

Dilansir dari ESG Today, Kamis (16/4/2026), DHL Express akan menerima pengurangan emisi dari 40 juta liter SAF murni per tahun. Total 240 juta liter SAF akan diangkut melalui Bandara London Heathrow, yang berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca hingga 640.000 ton CO2e melalui penerbangan British Airways.

EVP Global Network Operations & Aviation DHL Express, Travis Cobb menyatakan kerja sama tersebut mencerminkan potensi besar dari kemitraan strategis dalam mendorong dekarbonisasi sektor logistik dan penerbangan.

Baca juga: SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori

"Perjanjian ini secara signifikan memperluas kemampuan kami untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sepanjang siklus hidup di jalur perdagangan utama, dan menunjukkan bagaimana kemitraan lintas sektor dapat berkontribusi pada pengurangan emisi yang nyata," kata Cobb.

Kerja sama mencakup hampir seluruh kebutuhan bahan bakar untuk pengangkutan kargo DHL Express melalui jaringan IAG Cargo. DHL menyatakan, akan melakukan perjanjian lanjutan yang berpotensi meningkatkan total pengurangan emisi hingga lebih dari 1 juta ton CO2e.

Peta Jalan Keberlanjutan 

Langkah ini menjadi bagian dari Peta Jalan Keberlanjutan DHL yang diluncurkan pada 2021 dengan berbagai target dekarbonisasi. Perusahaan menargetkan penggunaan campuran SAF minimal 30 persen dalam transportasi udara pada 2030.

Bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang digunakan dalam kerja sama kedua perusahaan berasal dari minyak goreng bekas dan limbah makanan.

Penggunaannya disebut bisa mampu mengurangi emisi hingga sekitar 80 persen dibandingkan bahan bakar jet konvensional, serta telah tersertifikasi oleh International Sustainability and Carbon Certification.

“DHL dan IAG Cargo memiliki hubungan yang sudah lama terjalin, dan sangat menyenangkan melihat kemitraan kami terus berkembang seiring kami bekerja sama untuk menghadirkan solusi pengiriman barang melalui udara yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga kelancaran perdagangan global," papar Kepala Penjualan dan Pemasaran di IAG Cargo, Camilo Garcia Cervera.

"Kemitraan seperti ini akan sangat penting untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan," imbuh dia.

Baca juga: IATA Prediksi Produksi SAF 2025 1,9 Juta Ton, Masih Jauh dari Target

IAG sendiri merupakan perusahaan induk dari maskapai penerbangan Aer Lingus, British Airways, Iberia, Vueling, dan LEVEL. Perusahaan IAG telah menetapkan target untuk mencapai penggunaan SAF sebesar 10 persen pada tahun 2030 dan emisi nol bersih di tahun 2050.

IAG mengatakan telah menandatangani perjanjian investasi SAF senilai 1 miliar dollar AS (Rp 15,5 triliun) hingga akhir 2023, dan mengamankan sepertiga dari SAF yang dibutuhkan untuk memenuhi target pada 2030.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
LSM/Figur
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Swasta
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
LSM/Figur
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Pemerintah
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
Swasta
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
LSM/Figur
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Pemerintah
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
Pemerintah
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pemerintah
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
LSM/Figur
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Pemerintah
Remaja Paham Stunting tapi Lebih Suka Seblak ketimbang Sayur-Buah
Remaja Paham Stunting tapi Lebih Suka Seblak ketimbang Sayur-Buah
LSM/Figur
Pencabutan IUP Harus Disertai Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
Pencabutan IUP Harus Disertai Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
LSM/Figur
Sandiaga Uno: Indonesia Punya Prospek Cerah di Ekonomi Hijau
Sandiaga Uno: Indonesia Punya Prospek Cerah di Ekonomi Hijau
Pemerintah
Tanoto Foundation Fellowship Dibuka untuk Lulusan S1 dan S2, Cek Syaratnya
Tanoto Foundation Fellowship Dibuka untuk Lulusan S1 dan S2, Cek Syaratnya
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau