Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PT Elnusa Sebut Pangkas 3.079 Ton CO2 dan Kurangi 178.606 Sampah Plastik

Kompas.com, 22 April 2026, 23:06 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Elnusa Tbk (ELSA), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menyebut telah memangkas 3.079 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2) sepanjang 2025. Angka ini
meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022 sebesar 367 ton CO2.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji menyampaikan tren penurunan emisi mencerminkan efektivitas strategi dekarbonisasi berbasis efisiensi energi, optimalisasi operasional sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Ia menyatakan, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.

Baca juga: Otoritas Perbankan Eropa Berencana Pangkas Aturan Pelaporan ESG

"Kami melihat ESG bukan sekadar kepatuhan, tetapi sebagai sumber keunggulan kompetitif. Inisiatif yang kami jalankan dirancang untuk memberikan dampak lingkungan yang terukur, sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan dan investor,” kata Rustam dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Di samping itu, Elnusa melaporkan telah mengurangi 178.606 botol plastik melalui program berbasis teknologi Reverse Vending Machine (RVM) yang bekerja sama dengan PlasticPay.

Menurut Rustam, inisiatif tersebut tidak hanya menekan jejak karbon dari plastik sekali pakai, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi sirkular. Hal ini kian relevan dalam perspektif keberlanjutan serta ekspektasi investor global.

Komitmen lingkungan tersebut diperkuat melalui program Elnusa Green Action dengan penanaman lebih dari 7.500 pohon, termasuk 5.600 mangrove di wilayah pesisir.

Baca juga: Ratusan Perusahaan AS Tidak Rilis Laporan ESG 2025, Ini Alasannya

Program ini memberikan dampak ganda berupa penyerapan karbon, perlindungan ekosistem, serta peningkatan ketahanan lingkungan terhadap risiko perubahan iklim sekaligus memperkuat aspek social value melalui keterlibatan masyarakat lokal.

Rustam menuturkan, Elnusa memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui transparansi, akuntabilitas, dan alignment dengan standar global, termasuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Implementasi program lingkungan Perseroan berkontribusi langsung pada SDG poin 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), serta SDG 15 (Life on Land).

Pendekatan ESG yang terintegrasi dinilai memperkuat posisi Elnusa bagi investor sebagai perusahaan energi jasa yang adaptif terhadap transisi energi, dengan fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan risiko lingkungan, dan penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan.

Seiring dengan peringatan Hari Bumi 2026 yang jatuh pada hari ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperluas ESG, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan nilai perusahaan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KLH: Beban Sampah Bantargebang 8.000 Ton, Jakarta Wajib Transformasi
KLH: Beban Sampah Bantargebang 8.000 Ton, Jakarta Wajib Transformasi
Pemerintah
SIG Percepat Penggunaan Energi Alternatif dan Reklamasi Tambang
SIG Percepat Penggunaan Energi Alternatif dan Reklamasi Tambang
BUMN
InJourney bersama ITDC Rehabilitasi Mangrove di KEK Mandalika
InJourney bersama ITDC Rehabilitasi Mangrove di KEK Mandalika
BUMN
IPB University Gandeng Astra, Dorong Ekosistem Bisnis Desa lewat Program OVOC
IPB University Gandeng Astra, Dorong Ekosistem Bisnis Desa lewat Program OVOC
Pemerintah
'Waste Station' bakal Lengkapi Sistem Pengelolaan Sampah WtE
"Waste Station" bakal Lengkapi Sistem Pengelolaan Sampah WtE
Swasta
Cegah Demotivasi Daur Ulang, MR.D.I.Y Luncurkan 'Waste Station' di Jakarta
Cegah Demotivasi Daur Ulang, MR.D.I.Y Luncurkan "Waste Station" di Jakarta
Swasta
Godzilla El Nino Berisiko Picu Karhutla, Ancam Iklim dan Keanekaragaman Hayati
Godzilla El Nino Berisiko Picu Karhutla, Ancam Iklim dan Keanekaragaman Hayati
LSM/Figur
Warga Eropa Bayar Listrik 25 Persen Lebih Murah Berkat Pembangkit EBT
Warga Eropa Bayar Listrik 25 Persen Lebih Murah Berkat Pembangkit EBT
Pemerintah
Pendanaan Iklim Bisa Tekan Risiko Konflik di 85 Negara Berkembang
Pendanaan Iklim Bisa Tekan Risiko Konflik di 85 Negara Berkembang
Pemerintah
Tingginya Konsumsi Daging Sapi Dunia jadi Penyebab Utama Kerusakan Hutan Amazon
Tingginya Konsumsi Daging Sapi Dunia jadi Penyebab Utama Kerusakan Hutan Amazon
Pemerintah
Citra Satelit Jadi Cara Pantau Deforestasi dan Kepatuhan ESG Secara Akurat
Citra Satelit Jadi Cara Pantau Deforestasi dan Kepatuhan ESG Secara Akurat
Pemerintah
Krisis Iklim Perparah Risiko Longsor, AI Bantu Minimalisir Korban
Krisis Iklim Perparah Risiko Longsor, AI Bantu Minimalisir Korban
LSM/Figur
LSMPA Tak Sekadar Perluas Kawasan, tapi Perkuat Pengelolaan Laut Berbasis Data
LSMPA Tak Sekadar Perluas Kawasan, tapi Perkuat Pengelolaan Laut Berbasis Data
LSM/Figur
Radiasi Radioaktif di Perbatasan Ukraina-Rusia Lampaui Zona Perang
Radiasi Radioaktif di Perbatasan Ukraina-Rusia Lampaui Zona Perang
LSM/Figur
India Dilanda Gelombang Panas, Suhunya Capai 40 Derajat
India Dilanda Gelombang Panas, Suhunya Capai 40 Derajat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau