Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IPB University Gandeng Astra, Dorong Ekosistem Bisnis Desa lewat Program OVOC

Kompas.com, 24 April 2026, 20:32 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - IPB University menggandeng PT Astra International Tbk untuk mendorong ekosistem bisnis desa melalui inisiatif One Village One CEO (OVOC) dan Desa Sejahtera Astra di Desa Tugumukti, Kabupaten Bandung Barat.

Program Kampus Berdampak itu mengintegrasikan riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan desa serta membuka akses pasar hingga ekspor

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet mengungkapkan kampusnya tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung di lapangan melalui program-program kolaboratif.

Baca juga: Astra Financial Jalankan Inisiatif Program Kesehatan, Jangkau 13.000 Penerima Manfaat

“Melalui Desa Sejahtera Astra dan OVOC, IPB mendampingi masyarakat desa dengan riset dan teknologi agar lebih produktif, memiliki akses pasar, dan mampu menjadi pelaku usaha mandiri," kata Alim dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Pendekatan tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta akses pasar. Sehingga masyarakat desa bisa menjadi produsen sekaligus pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Momentum peluncuran Kampus Berdampak melalui Program OVOC di Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bandung Barat dirancang sebagai langkah awal yang strategis, menegaskan komitmen kolaborasi antar pemangku kepentingan dan membangun kepercayaan publik terhadap keberlanjutan program.

Alim mengatakan, kegiatan tersebut berfungsi sebagai etalase praktik baik pengembangan desa berbasis inovasi, serta mendorong percepatan terbentuknya ekosistem bisnis desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Baca juga: Ketika Musim Tak Lagi Terbaca: Mendesak Literasi Iklim dari Desa

IPB University turut memperkuat ekosistem inovasi dari hulu ke hilir melalui Program PRIME-STeP IPB, yang menekankan kolaborasi lintas sektor antara lain akademisi, mahasiswa, dunia usaha, hingga masyarakat.

Tujuannya, memastikan inovasi tidak berhenti pada publikasi dan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Keterlibatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan melalui inovasi yang aplikatif, relevan, serta memberikan manfaat sosial-ekonomi secara luas.

Head of Environment and Social Responsibility Astra, Diah Suran Febrianti, menyampaikan kerja sama Desa Sejahtera Astra dan OVOC di Bandung Barat melibatkan 400 warga desa.

Dengan pengembangan komoditas hortikultura unggulan, seperti selada air, labu, buncis, tomat, cabai, kol merah, kenya, dan paprika, program itu berhasil menciptakan hingga 250 lapangan kerja baru serta memastikan seluruh hasil produksi terserap oleh pasar.

Melalui inisiatif Kampus Berdampak dan pendekatan OVOC, DSA mengembangkan ekosistem bisnis desa yang terintegrasi. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan branding serta pemasaran digital, hingga pembukaan akses pasar, termasuk peluang ekspor.

Baca juga: Perkuat Produksi dan Manajemen Pascapanen, IPB Dampingi Petani Bandung Barat Garap Hortikultura

Sementara itu, Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Heri Kuswanto menyatakan kolaborasi multipihak merupakan konsep yang tengah dikembangkan pemerintah.

Ia menegaskan, pengabdian masyarakat harus membawa nilai dan mengangkat potensi yang ada pada masyarakat. Sedangkan riset dan pengembangan berbasis pada permasalahan yang dihadapi para pemangku kepentingan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau
Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau
LSM/Figur
Kelola Sampah Hotel-Restoran, TPST Desa Adat Seminyak Mampu Raup Rp 450 Juta Per Bulan
Kelola Sampah Hotel-Restoran, TPST Desa Adat Seminyak Mampu Raup Rp 450 Juta Per Bulan
LSM/Figur
Mahasiswa LSPR Ajak Warga di Bogor Sulap Sampah Jadi Pupuk
Mahasiswa LSPR Ajak Warga di Bogor Sulap Sampah Jadi Pupuk
Swasta
Pemerintah Perlu Optimalkan Energi Terbarukan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
Pemerintah Perlu Optimalkan Energi Terbarukan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax
LSM/Figur
Kebijakan Iklim yang Parsial Berisiko Rugikan Ekosistem dan Anggaran Publik
Kebijakan Iklim yang Parsial Berisiko Rugikan Ekosistem dan Anggaran Publik
LSM/Figur
Dana CSR Tak Bisa Jadi Andalan Pengelolaan Sampah Daerah
Dana CSR Tak Bisa Jadi Andalan Pengelolaan Sampah Daerah
Pemerintah
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Studi: 15 Persen Pemanasan Global Berasal dari Polutan yang Sering Diabaikan
Pemerintah
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
Ekonom: Kenaikan Harga Pertamax Green Pertanda Gagalnya Program Bioetanol
LSM/Figur
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
Studi: CEO yang Kompeten Lebih Konsisten Komunikasikan Risiko Iklim Perusahaan
LSM/Figur
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
WRI: Mayoritas Negara G20 Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim
Pemerintah
Lindungi Flora dan Fauna Endemik Halmahera, IWIP Resmikan 'Sanctuary Park'
Lindungi Flora dan Fauna Endemik Halmahera, IWIP Resmikan "Sanctuary Park"
Swasta
Walhi: Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Ancam Upaya Pengendalian Polusi Udara
Walhi: Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Ancam Upaya Pengendalian Polusi Udara
LSM/Figur
Meski Ditutup, TPA Bantargebang Tetap Lepaskan Metana Puluhan Tahun ke Depan
Meski Ditutup, TPA Bantargebang Tetap Lepaskan Metana Puluhan Tahun ke Depan
Pemerintah
KLH Berikan Penghargaan Kalpataru ke 16 Pegiat Lingkungan, Ini Daftarnya
KLH Berikan Penghargaan Kalpataru ke 16 Pegiat Lingkungan, Ini Daftarnya
Pemerintah
IESR Desak Pemerintah Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
IESR Desak Pemerintah Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau