JAKARTA, KOMPAS.com - IPB University menggandeng PT Astra International Tbk untuk mendorong ekosistem bisnis desa melalui inisiatif One Village One CEO (OVOC) dan Desa Sejahtera Astra di Desa Tugumukti, Kabupaten Bandung Barat.
Program Kampus Berdampak itu mengintegrasikan riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan desa serta membuka akses pasar hingga ekspor
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet mengungkapkan kampusnya tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung di lapangan melalui program-program kolaboratif.
Baca juga: Astra Financial Jalankan Inisiatif Program Kesehatan, Jangkau 13.000 Penerima Manfaat
“Melalui Desa Sejahtera Astra dan OVOC, IPB mendampingi masyarakat desa dengan riset dan teknologi agar lebih produktif, memiliki akses pasar, dan mampu menjadi pelaku usaha mandiri," kata Alim dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Pendekatan tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta akses pasar. Sehingga masyarakat desa bisa menjadi produsen sekaligus pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.
Momentum peluncuran Kampus Berdampak melalui Program OVOC di Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bandung Barat dirancang sebagai langkah awal yang strategis, menegaskan komitmen kolaborasi antar pemangku kepentingan dan membangun kepercayaan publik terhadap keberlanjutan program.
Alim mengatakan, kegiatan tersebut berfungsi sebagai etalase praktik baik pengembangan desa berbasis inovasi, serta mendorong percepatan terbentuknya ekosistem bisnis desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.
Baca juga: Ketika Musim Tak Lagi Terbaca: Mendesak Literasi Iklim dari Desa
IPB University turut memperkuat ekosistem inovasi dari hulu ke hilir melalui Program PRIME-STeP IPB, yang menekankan kolaborasi lintas sektor antara lain akademisi, mahasiswa, dunia usaha, hingga masyarakat.
Tujuannya, memastikan inovasi tidak berhenti pada publikasi dan bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Keterlibatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan melalui inovasi yang aplikatif, relevan, serta memberikan manfaat sosial-ekonomi secara luas.
Head of Environment and Social Responsibility Astra, Diah Suran Febrianti, menyampaikan kerja sama Desa Sejahtera Astra dan OVOC di Bandung Barat melibatkan 400 warga desa.
Dengan pengembangan komoditas hortikultura unggulan, seperti selada air, labu, buncis, tomat, cabai, kol merah, kenya, dan paprika, program itu berhasil menciptakan hingga 250 lapangan kerja baru serta memastikan seluruh hasil produksi terserap oleh pasar.
Melalui inisiatif Kampus Berdampak dan pendekatan OVOC, DSA mengembangkan ekosistem bisnis desa yang terintegrasi. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan branding serta pemasaran digital, hingga pembukaan akses pasar, termasuk peluang ekspor.
Baca juga: Perkuat Produksi dan Manajemen Pascapanen, IPB Dampingi Petani Bandung Barat Garap Hortikultura
Sementara itu, Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Heri Kuswanto menyatakan kolaborasi multipihak merupakan konsep yang tengah dikembangkan pemerintah.
Ia menegaskan, pengabdian masyarakat harus membawa nilai dan mengangkat potensi yang ada pada masyarakat. Sedangkan riset dan pengembangan berbasis pada permasalahan yang dihadapi para pemangku kepentingan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya