JAKARTA, KOMPAS.com - PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.D.I.Y. Indonesia menggandeng Rekosistem meluncurkan fasilitas Waste Station di salah satu hub transit terbesar di Jakarta, yakni Stasiun MRT Blok M.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan masyarakat dalam memilah dan membuang sampah secara bertanggung jawab.
"Karena kami lihat MRT Blok M itu merupakan salah satu hub transit yang mobilitasnya paling tinggi di Jakarta. Ada MRT, ada Transjakarta, ada stasiun bus, kemudian juga beberapa kawasan komersial di dalam satu titik," ujar Chief Financial Officer MR. D.I.Y Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Percepat Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Tawarkan Berbagai Kemudahan untuk Pengelola
Pemilihan Stasiun MRT Blok M sebagai lokasi bertujuan memperluas akses masyarakat ke fasilitas pengelolaan sampah secara lebih praktis dan semakin mudah dijangkau.
Waste station ini diharapkan menjadi fasilitas untuk mengurangi sampah dari hulunya, yang membantu meringankan beban pemerintah Indonesia dalam pengelolaan di hilir.
Inisiatif keberlanjutan ini merupakan kelanjutan dari program Recycle Drop Box yang sudah dijalankan MR.D.I.Y. di 52 toko perlengkapan rumah tangganya di Jakarta , Jawa Barat, dan Banten, sejak tahun 2024.
MR.D.I.Y. mengumpulkan 2.445 kg sampah pada 2025, dengan 1.211 kg di antaranya berasal dari Recycle Dropbox di 52 tokonya. Sisanya, 1.234 kg sampah dikumpulkan dari aksi bersih pantai di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
MR.D.I.Y juga menempatkan 10 Bank Sampah di wilayah Jabodetabek dan mengedukasi pengurusnya untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab melalui kerja sama dengan T.Care Foundation. MR.D.I.Y. telah memproses ulang 84 ton limbah karton agar bisa digunakan kembali untuk kegiatan operasional logistiknya.
Selain sampah, MR.D.I.Y juga menanam 300 bibit pohon di Taman Hutan Raya Banten, sebagai bagian dari menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.
"Tentunya di 2026 kami akan terus melanjutkan dan memperluas inisiatif-inisiatif seperti ini. Jadi kami akan fokus inisiatif gerakan aksi bersih-bersih, pengelolaan pembuangan sampah yang jauh lebih baik lagi, kemudian juga penanaman pohon bersama dengan masyarakat setempat dan juga mitra berkelanjutan," tutur Rika.
Sebelum Waste Station, perusahaan pengelola sampah berbasis teknologi, Rekosistem, bekerja sama dengan MR.D.I.Y dalam bentuk Recycle Drop Box. Dengan Waste Station, MR.D.I.Y memperluas akses masyarakat untuk bisa mendaur ulang sampahnya, karena memiliki banyak toko yang gampang ditemukan di berbagai daerah.
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino mengungkapkan, keunggulan menyetor sampah ke Waste Station ketimbang memilahnya di rumah.
Baca juga: Industri Pengolah Sampah Ini Mampu Hasilkan 26.000 Liter BBM dari Plastik
Proses pemilahan di rumah mengikis ruang dan belum tentu akan berakhir didaur ulang, karena ada kemungkinan justru kembali tercampur baur.
"Dengan memilah, kadang-kadang mungkin terdemotivasi ketika 'yah kok sampahnya dicampur lagi' gitu kan. Nah sebetulnya dengan adanya MR.D.I.Y ini aksesnya makin banyak, enggak ada lagi tuh alasan 'yah kok dicampur lagi' karena bisa mampir ke toko terdekat terus ditaruh dan dapat didaur ulang," ucap Joshua.
Di sisi lain, sampah yang disetor ke Waste Station Rekosistem bisa ditukar menjadi poin (Rekopoin) di aplikasi, yang kemudian dikonversi menjadi saldo e-wallet.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya