Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BRIN Temukan Subspesies Baru Buah Bisbul Asli Papua

Kompas.com, 23 April 2026, 13:00 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tim kolaborator mengidentifikasi subspesies baru Diospyros blancoi yang biasa dikenal sebagai buah bisbul.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Irvan Fadli Wanda menyampaikan bisbul asli Papua ini berbeda dengan yang ada di Filipina.

Ia dan tim peneliti melakukan studi mendalam untuk menelaah variasi morfologi dan hubungan kekerabatan genetik tanaman buah tropis tersebut. Para peneliti menganalisis 93 karakter morfologi yang terdiri dari 53 karakter vegetatif, dan 40 karakter generatif.

Hasilnya menunjukkan adanya variasi signifikan pada 32 karakter, terutama pada bagian buah dan biji, yang menjadi kunci dalam membedakan populasi dari Papua dengan populasi dari Filipina.

Baca juga: Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial

“Subspesies dari Papua memiliki jumlah biji lebih banyak, berkisar lima hingga 10 biji per buah, dengan bentuk biji menyerupai irisan, serta kepadatan rambut pada permukaan buah yang lebih rendah dibandingkan dengan populasi dari Filipina,” kata Irvan dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Di samping analisis morfologi, tim menggunakan pendekatan melalui penanda DNA gen matK dan psbA-trnH.

Irvan menyebut, hasil analisis filogenetik memperlihatkan populasi bisbul dari Papua membentuk kelompok tersendiri yang berbeda secara genetik dari populasi lainnya. Sehingga mendukung penetapannya sebagai subspesies baru.

"Pendekatan kombinasi antara morfologi dan data molekuler memberikan bukti yang kuat bahwa populasi dari Papua memiliki jalur evolusi yang berbeda, sehingga layak ditetapkan sebagai subspesies baru," papar dia.

Baca juga: Daftar 40 Spesies Baru yang Dilindungi, Ada Hyena hingga Hiu

Menariknya, spesimen yang menjadi bagian dari kajian ini juga merupakan koleksi Kebun Raya Bogor, berperan penting sebagai pusat konservasi tumbuhan dan sumber data ilmiah bagi penelitian biodiversitas di Indonesia.

Bisbul adalah tanaman buah tropis yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat dalam pengobatan tradisional. Spesies ini umumnya tersebar di Filipina dan beberapa wilayah Asia Tenggara, namun belum tercatat secara resmi di Papua.

Temuan ini sekaligus menjadi catatan baru mengenai persebaran Diospyros blancoi di kawasan Malesia, khususnya di Pulau Papua.

Penelitian juga menyatakan variasi morfologi pada tanaman bisbul dipengaruhi faktor lingkungan, berupa intensitas cahaya dan kondisi habitat, serta faktor genetik yang mengatur karakter reproduktif yang lebih stabil.

Penemuan subspesies baru menegaskan pentingnya integrasi pendekatan morfologi dan molekuler dalam kajian taksonomi. Hasil studi diharapkan dapat mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di dalam negeri secara berkelanjutan.

Ke depannya, kara Irvan, BRIN akan terus mendorong penelitian biosistematika dan eksplorasi biodiversitas untuk mengungkap potensi sumber daya hayati yang belum terdokumentasi sekaligus memperkuat dasar ilmiah bagi upaya pelestarian.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau