Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, Wahana Visi Indonesia Rehabilitasi Mangrove

Kompas.com, 27 April 2026, 17:18 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Visi Indonesia (WVI) menjalankan program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods Jakarta (MARVELJAK) guna mendukung pemulihan lingkungan pesisir Jakarta.

Pada tahap awal pelaksanaan, program difokuskan pada rehabilitasi ekosistem melalui penanaman 18.300 bibit mangrove sejak November 2025 hingga April 2026, disertai pemantauan pertumbuhan secara berkala.

Rehabilitasi mangrove dinilai penting untuk memperkuat perlindungan pesisir dari abrasi, gelombang pasang, serta dampak perubahan iklim lainnya. Selain itu, ekosistem mangrove juga berperan dalam menopang ketahanan hidup masyarakat pesisir.

Baca juga: InJourney bersama ITDC Rehabilitasi Mangrove di KEK Mandalika

Zone Program Manager Jawa dan Sumatera WVI Johny Noya mengatakan, persoalan iklim dan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari perlindungan anak.

Menurut dia, kerusakan lingkungan akan memengaruhi kesehatan, rasa aman, serta kualitas tumbuh kembang anak.

“Ketika banjir rob terjadi berulang dan ekosistem pesisir melemah, anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak secara fisik maupun psikososial,” ujar Johny dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan, program MARVELJAK dihadirkan untuk memastikan upaya adaptasi dan pemulihan lingkungan berjalan berkelanjutan agar hak dasar anak untuk tumbuh di lingkungan aman dan nyaman tetap terpenuhi.

Libatkan anak muda

Selain rehabilitasi lingkungan, program MARVELJAK juga menempatkan anak dan generasi muda sebagai agen perubahan melalui pendekatan edukasi partisipatif.

Kegiatan dilakukan melalui pembelajaran interaktif, observasi lapangan, hingga praktik langsung penanaman bibit mangrove.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami fungsi ekologis mangrove, tetapi juga menyadari keterkaitan langsung antara lingkungan sehat dan masa depan mereka.

Salah satu kegiatan yang dijalankan yakni edukasi mangrove bertema "Kenali, Cintai, Lestarikan: Mangrove untuk Masa Depan" di Hutan Lindung Angke Kapuk, yang melibatkan 100 siswa SMP dan SMA dari Forum Anak tingkat kecamatan dan kelurahan.

Program MARVELJAK didukung pembiayaan dari Mitsubishi Motors STEP Funds yang berasal dari kontribusi karyawan Mitsubishi Motors Group, serta dana matching gift dari Mitsubishi Motors Corporation.

Baca juga: Hutan Mangrove Bisa Kekurangan Oksigen akibat Pemanasan Global

Program ini direncanakan berlangsung selama lima tahun, yakni 2025 hingga 2030.

Kolaborasi antara WVI dan sektor swasta tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan lingkungan pesisir Jakarta sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan generasi muda terhadap upaya pelestarian lingkungan di tengah ancaman krisis iklim.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, Wahana Visi Indonesia Rehabilitasi Mangrove
Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, Wahana Visi Indonesia Rehabilitasi Mangrove
LSM/Figur
Arisan Telur Jadi Cara Unik Desa di Ngawi Cegah Stunting
Arisan Telur Jadi Cara Unik Desa di Ngawi Cegah Stunting
LSM/Figur
Rentan Krisis Global, Target Dedieselisasi Perlu Diperluas ke Pembangkit Listrik Energi Fosil Lain
Rentan Krisis Global, Target Dedieselisasi Perlu Diperluas ke Pembangkit Listrik Energi Fosil Lain
LSM/Figur
Sediakan Kredit Karbon, Pertamina NRE Dukung Kampanye IDXCarbon 'Aku Net-Zero Hero'
Sediakan Kredit Karbon, Pertamina NRE Dukung Kampanye IDXCarbon "Aku Net-Zero Hero"
BUMN
Data Satelit Ungkap TPA Bantargebang Jadi Kontributor Emisi Metana Tertinggi Kedua di Dunia
Data Satelit Ungkap TPA Bantargebang Jadi Kontributor Emisi Metana Tertinggi Kedua di Dunia
LSM/Figur
Laporan Terbaru: 266 Juta Penduduk Dunia Hadapi Krisis Pangan Akut
Laporan Terbaru: 266 Juta Penduduk Dunia Hadapi Krisis Pangan Akut
Pemerintah
Dampak Konflik Timur Tengah, Asia-Pasifik Berpotensi Rugi Rp 5.158 Triliun
Dampak Konflik Timur Tengah, Asia-Pasifik Berpotensi Rugi Rp 5.158 Triliun
Pemerintah
Dampak Nyata Perubahan Iklim, Mulai Pengaruhi Kehidupan Masyarakat Dunia
Dampak Nyata Perubahan Iklim, Mulai Pengaruhi Kehidupan Masyarakat Dunia
Pemerintah
Kesembuhan Kanker Anak Dunia Naik, Tapi Ada Ketimpangan Antar Negara
Kesembuhan Kanker Anak Dunia Naik, Tapi Ada Ketimpangan Antar Negara
Pemerintah
Gerakan Novo Club Ajak Ratusan Ribu Mahasiswa Ciptakan Dampak Nyata
Gerakan Novo Club Ajak Ratusan Ribu Mahasiswa Ciptakan Dampak Nyata
Swasta
Dilema Pemberantasan Ikan Sapu-Sapu di Indonesia
Dilema Pemberantasan Ikan Sapu-Sapu di Indonesia
LSM/Figur
Bencana Alam Berpotensi Ganggu Pelaksanaan Pemilu Dunia
Bencana Alam Berpotensi Ganggu Pelaksanaan Pemilu Dunia
Pemerintah
Dampak Perubahan Iklim, 90 Persen Situs UNESCO Terancam Rusak
Dampak Perubahan Iklim, 90 Persen Situs UNESCO Terancam Rusak
Pemerintah
Kenapa Sungai di Jakarta Jadi Tempat Sempurna bagi Perkembangan Ikan Sapu-Sapu?
Kenapa Sungai di Jakarta Jadi Tempat Sempurna bagi Perkembangan Ikan Sapu-Sapu?
LSM/Figur
Pakar IPB: Kerugian Tahunan Invasi Ikan Sapu-Sapu di RI Capai Rp 2,72 Triliun
Pakar IPB: Kerugian Tahunan Invasi Ikan Sapu-Sapu di RI Capai Rp 2,72 Triliun
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau