JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Visi Indonesia (WVI) menjalankan program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods Jakarta (MARVELJAK) guna mendukung pemulihan lingkungan pesisir Jakarta.
Pada tahap awal pelaksanaan, program difokuskan pada rehabilitasi ekosistem melalui penanaman 18.300 bibit mangrove sejak November 2025 hingga April 2026, disertai pemantauan pertumbuhan secara berkala.
Rehabilitasi mangrove dinilai penting untuk memperkuat perlindungan pesisir dari abrasi, gelombang pasang, serta dampak perubahan iklim lainnya. Selain itu, ekosistem mangrove juga berperan dalam menopang ketahanan hidup masyarakat pesisir.
Baca juga: InJourney bersama ITDC Rehabilitasi Mangrove di KEK Mandalika
Zone Program Manager Jawa dan Sumatera WVI Johny Noya mengatakan, persoalan iklim dan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari perlindungan anak.
Menurut dia, kerusakan lingkungan akan memengaruhi kesehatan, rasa aman, serta kualitas tumbuh kembang anak.
“Ketika banjir rob terjadi berulang dan ekosistem pesisir melemah, anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak secara fisik maupun psikososial,” ujar Johny dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, program MARVELJAK dihadirkan untuk memastikan upaya adaptasi dan pemulihan lingkungan berjalan berkelanjutan agar hak dasar anak untuk tumbuh di lingkungan aman dan nyaman tetap terpenuhi.
Selain rehabilitasi lingkungan, program MARVELJAK juga menempatkan anak dan generasi muda sebagai agen perubahan melalui pendekatan edukasi partisipatif.
Kegiatan dilakukan melalui pembelajaran interaktif, observasi lapangan, hingga praktik langsung penanaman bibit mangrove.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami fungsi ekologis mangrove, tetapi juga menyadari keterkaitan langsung antara lingkungan sehat dan masa depan mereka.
Salah satu kegiatan yang dijalankan yakni edukasi mangrove bertema "Kenali, Cintai, Lestarikan: Mangrove untuk Masa Depan" di Hutan Lindung Angke Kapuk, yang melibatkan 100 siswa SMP dan SMA dari Forum Anak tingkat kecamatan dan kelurahan.
Program MARVELJAK didukung pembiayaan dari Mitsubishi Motors STEP Funds yang berasal dari kontribusi karyawan Mitsubishi Motors Group, serta dana matching gift dari Mitsubishi Motors Corporation.
Baca juga: Hutan Mangrove Bisa Kekurangan Oksigen akibat Pemanasan Global
Program ini direncanakan berlangsung selama lima tahun, yakni 2025 hingga 2030.
Kolaborasi antara WVI dan sektor swasta tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan lingkungan pesisir Jakarta sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan generasi muda terhadap upaya pelestarian lingkungan di tengah ancaman krisis iklim.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya