Penulis
KOMPAS.com – Sebanyak lebih dari 176.000 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke resmi memulai perjalanan mereka dalam ekosistem changemakers nasional melalui Novo Club Batch 4.
Gerakan yang resmi dibuka pada Sabtu (25/4/2026) ini mengusung semangat “Berani Berinovasi, Berdampak Tanpa Batas” sebagai respons terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sejak diinisiasi sejak 2023 telah bertransformasi menjadi ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk mengasah kapasitas dan mewujudkan solusi nyata bagi masyarakat.
Pada tahun ini, jumlah partisipan yang mencapai ratusan ribu menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa untuk berkontribusi di luar ruang kelas.
Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan pola pikir inovatif dan keberanian untuk mengeksekusi gagasan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto dalam sambutan menekankan pentingnya ekosistem seperti ini dalam membentuk masa depan.
“Yang kita siapkan hari ini bagaimana cara berpikirnya, nilai yang dipegang, keberanian yang dimiliki untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian," ujar Prof. Brian.
"Acara hari ini sangat penting karena di sinilah ilmu pengetahuan, kepemimpinan, pengalaman dan keberanian itu bertemu di ruangan ini, di acara Novo Club. Di sinilah gagasan diuji, nilai dibentuk, dan generasi masa depan Indonesia akan menemukan arah perannya,” tambahnya.
Baca juga: Dampak Perubahan Iklim, 90 Persen Situs UNESCO Terancam Rusak
Keberhasilan gerakan ini terlihat dari rekam jejaknya yang telah menghasilkan lebih dari 260 program dan kegiatan yang diinisiasi langsung oleh mahasiswa di berbagai daerah.
Inisiatif-inisiatif tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan masyarakat, edukasi, hingga lingkungan, yang semuanya bermuara pada penciptaan dampak positif di komunitas lokal.
Peluncuran program Novo Club Batch 4 pada Sabtu (25/4/2026) mengusung semangat Berani Berinovasi, Berdampak Tanpa Batas sebagai respons terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks.
Semangat untuk "mulai melangkah" menjadi pondasi utama Novo Club. CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat mengingatkan perubahan besar seringkali dimulai oleh mereka yang berani melangkah meskipun belum merasa sepenuhnya siap.
"Banyak perubahan besar di dunia ini tidak dimulai dari orang yang paling siap, tetapi dari mereka yang cukup berani untuk melangkah. Jangan tunggu sempurna untuk memulai," ujarnya.
"Karena semua orang hebat hari ini pernah berada di titik yang sama: belum siap, tapi tetap melangkah," tutup Salman.
Selain pengembangan proyek, gerakan ini juga memberikan fase alumni empowerment. Melalui fase ini, para lulusan mendapatkan akses ke jejaring profesional dan peluang karier, memastikan bahwa semangat perubahan yang mereka bawa tetap berkelanjutan bahkan setelah masa program berakhir.
Melalui kurikulum pengembangan diri yang komprehensif, program ini menyediakan akses bagi pemuda untuk mendapatkan keterampilan teknis dan soft skills yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan lewat tujuan keempat pembangunan berkelanjutan lewat pendidikan berkualitas.
Baca juga: Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, BNI Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga
Melalui Batch 4 ini, diharapkan muncul lebih banyak inovasi lokal yang mampu menjawab tantangan global, membuktikan bahwa keberanian anak muda adalah kunci utama transformasi bangsa.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya