"Lebih dari separuh anak-anak dalam penelitian kami stunting. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pola makan buruk yang sangat bergantung pada sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan yang dihasilkan lewat bantuan serangga penyerbuk," terang Dr. Naomi Saville dari University College London.
Seiring berkurangnya keragaman serangga penyerbuk, upaya untuk memulihkan populasi serangga penyerbuk sangatlah penting.
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kesehatan manusia sangat terikat dengan kesehatan alam. Dengan mengamati bagaimana serangga penyerbuk mendukung produksi pangan dan pola makan, studi ini mengungkapkan bahwa hilangnya keanekaragaman hayati bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Dengan sekitar 2 miliar orang yang bergantung pada pertanian kecil dan banyak di antaranya kekurangan vitamin, melindungi alam yang menyediakan makanan bergizi sangatlah penting untuk pembangunan masa depan.
Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Serangga di Daerah Tropis Sulit Beradaptasi
Lebih lanjut, temuan penelitian ini memberikan panduan nyata bagi pemerintah dan petani untuk merancang sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Meskipun penelitian ini dilakukan di Nepal, hubungan yang sama juga terjadi di seluruh dunia. Pola makan di negara-negara maju pun masih sangat bergantung pada serangga penyerbuk dan ekosistem yang menjaga kelangsungan pertanian global.
Peneliti kini mulai bekerja sama dengan petani, organisasi lokal, peneliti, dan pemerintah untuk membantu masyarakat memahami betapa berharganya serangga penyerbuk serta cara mendukung keberadaan serangga dalam pertanian.
Dengan menunjukkan mengapa serangga penyerbuk sangat penting serta membagikan teknik sederhana dan praktis untuk menjaga mereka, para peneliti mulai melihat para petani melakukan perubahan.
Perubahan ini membantu meningkatkan hasil panen, gizi, dan penghasilan mereka. Gabungan upaya ini menunjukkan bagaimana bukti ilmiah dapat membawa perubahan nyata di dunia, yakni meningkatkan kesehatan, mata pencaharian, serta ketahanan masyarakat dengan cara memulihkan kelestarian alam.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya