Caranya adalah dengan berinovasi lebih cepat, membuat produk yang sangat sesuai dengan keinginan pribadi setiap pelanggan, serta meluncurkan produk dan layanan baru.
EY-P mengatakan bahwa pengalaman bekerja dengan perusahaan-perusahaan terdepan dalam menggunakan AI telah memunculkan beberapa poin penting.
Salah satunya adalah memanfaatkan AI untuk menggali data hak paten dan kekayaan intelektual milik perusahaan guna mendorong pertumbuhan. Dengan cara ini, perusahaan dapat menemukan kegunaan baru untuk produk yang sudah ada serta menemukan pasar baru yang bisa disasar.
Selain itu juga kemajuan terbaru dalam kemampuan berpikir AI memungkinkan perusahaan memisahkan kecerdasan pengambilan keputusan dari sistem transaksi biasa dan terus belajar dari hasil yang ada, bukan hanya bergantung pada aturan kaku yang itu-itu saja.
Terakhir, perusahaan bisa memanfaatkan kecanggihan AI neuro-symbolic (NSAI) yang menggabungkan kemampuan AI untuk belajar dari berbagai jenis data dengan lapisan aturan yang jelas. Hasilnya adalah keputusan yang konsisten, mudah diperiksa, dan transparan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya