Penulis
KOMPAS.com - Data survei PricewaterhouseCoopers (PwC) menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu lingkungan hidup grafik menggembirakan. Sebanyak 62 persen konsumen Tanah Air menaruh perhatian besar pada perubahan iklim.
Mayoritas di antaranya (57 persen) memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan dan bahkan bahkan 72 persen rela merogoh kocek lebih dalam demi mendukung isu lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, Blibli Tiket Action menghadirkan "Langkah Membumi" sebagai wadah penghubung pilar edukasi, kolaborasi, dan pengalaman langsung untuk mendorong adopsi gaya hidup lebih berkelanjutan.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, "Langkah Membumi" bertransformasi menjadi "Langkah Membumi Market", platform yang menghadirkan pendekatan keberlanjutan yang lebih pop, interaktif, relevan, dan mudah diterapkan.
Puncak acara "Langkah Membumi Market 2026" akan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Grand Indonesia, Jakarta.
Dengan menjadikan market sebagai pusat pengalaman, Langkah Membumi Market 2026 menghadirkan tiga pilar utama:
Diperkenalkan pertama pada 2022, "Langkah Membumi" berkembang menjadi platform kolaboratif mempertemukan pemerintah, korporasi, komunitas, NGO, ecopreneur, kreator, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong perubahan positif bagi lingkungan.
Transformasi ini didorong oleh insight pengunjung sejak 2023 yang menunjukkan bahwa sekitar 90 persen audiens "Langkah Membumi" berasal dari Gen Z dan young Millennials, kelompok konsumen yang semakin sadar terhadap isu sosial dan lingkungan serta memiliki pengaruh besar terhadap tren konsumsi masa depan.
"Kami melihat bahwa generasi muda tidak hanya semakin peduli terhadap isu sustainability, tetapi juga semakin aktif mencari produk, layanan, dan pengalaman yang sejalan dengan nilai yang mereka yakini," ujar COO dan Co-Founder Blibli, Lisa Widodo.
"Karena itu, Langkah Membumi Market 2026 hadir untuk membantu menjembatani kesenjangan antara kepedulian dan tindakan nyata melalui pengalaman yang lebih praktis, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari," lanjutnya.
"Langkah Membumi" percaya dampak perlu dibuktikan, bukan hanya diceritakan sehingga, secara konsisten setiap penyelenggaraannya melakukan pengukuran dampak mengacu pada standar internasional ISO 14040 dan ISO 14044.
Standar ini menggunakan metodologi Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi berbagai aspek lingkungan, termasuk jejak karbon, emisi, pengelolaan limbah, serta aspek keberlanjutan lainnya yang dihasilkan dari setiap aktivitas.
Di sektor pengelolaan limbah dan air, program ini sukses mengelola 100 persen limbah operasional yang mencakup material plastik, kaca, kertas, hingga sampah organik dengan total volume mencapai 187 kilogram.
Tidak hanya itu, penyediaan 741 liter air isi ulang di area publik berhasil meminimalkan ketergantungan pada wadah sekali pakai, sebuah langkah taktis setara menghemat 1.235 botol plastik.
Komitmen dekarbonisasi juga membuahkan hasil signifikan dalam mereduksi jejak karbon operasional. Program ini berhasil menekan emisi hingga lebih dari 94 ton CO2, mencatatkan penurunan performa emisi sebesar 57 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2024.
Guna memperkuat kontribusi positif ini terhadap atmosfer, sebanyak 10.500 pohon telah didonasikan dan ditanam, yang diproyeksikan memiliki kapasitas jangka panjang untuk menyerap hingga 450 ton CO2.
Selain melakukan aksi lingkungan secara langsung, pendekatan sirkular ini juga berfokus pada pembangunan kesadaran publik melalui edukasi yang masif.
Baca juga: Petani di Sekitar TNGHS Dapat Pendampingan Kelola Lahan Berkelanjutan dari IPB
Dengan menyelenggarakan 44 sesi gelar wicara dan lokakarya interaktif sekitar 71,5 jam edukasi, program ini berhasil memantik dampak perilaku berkelanjutan.
Lebih dari 60 persen peserta melaporkan peningkatan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan, dan lebih dari 50 persen di antaranya menyatakan kesiapan penuh menjalankan aksi nyata sehari-hari demi bumi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya