Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Inovasi Kota Berkelanjutan, "FutureGen for Change" Ekspansi ke Tiga Kota Asia Tenggara

Kompas.com, 10 Juli 2026, 19:30 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Tantangan urbanisasi di Asia Tenggara kian kompleks seiring dengan meningkatnya populasi perkotaan, ancaman perubahan iklim, serta kebutuhan akan layanan publik yang responsif.

Menghadapi dinamika ini, pembangunan kota berkelanjutan tidak lagi bisa diselesaikan melalui pendekatan konvensional yang berjalan sendiri-sendiri.

Diperlukan paradigma baru berbasis kolaborasi lintas sektor dan lintas negara yang mampu mengawinkan inovasi teknologi dengan kebutuhan riil di lapangan.

Platform inovasi terbuka hadir sebagai jembatan penting, membuktikan bahwa integrasi antara ketangkasan industri startup, riset akademis, dan kebijakan pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi nyata berdampak langsung berkelanjutan di tingkat regional.

Setelah sukses menjalankan siklus pertamanya melalui implementasi berbagai proyek percontohan di Indonesia, program FutureGen for Change (FGC) resmi memasuki siklus kedua.

Langkah ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan dalam mendorong inovasi kota berkelanjutan yang berbasis kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Program inovasi terbuka yang diinisiasi oleh Digital Access Programme (DAP) UK-Indonesia Tech Hub British Embassy Jakarta bersama Pijar Foundation ini kini memperluas jangkauan wilayahnya.

Pada siklus kedua ini, implementasi solusi tidak hanya berfokus di Indonesia, melainkan meluas ke tiga kota strategis di Asia Tenggara, yaitu Medan (Indonesia), Malang (Indonesia), dan Ho Chi Minh City (Vietnam).

Sebagai sebuah platform inovasi terbuka (open innovation platform), FutureGen for Change mempertemukan ekosistem yang inklusif mulai dari pelaku startup, pemerintah daerah, mitra pembangunan, kalangan akademisi, hingga sektor swasta.

Sinergi ini dirancang untuk bersama-sama mengembangkan dan menguji solusi teknologi mutakhir guna menjawab berbagai tantangan perkotaan yang mendesak.

Pendekatan utama program ini terletak pada proses co-creation, di mana inovasi digital tidak diciptakan di ruang hampa, melainkan dihubungkan langsung dengan kebutuhan nyata pemerintah kota.

Proses ini diikuti implementasi proyek percontohan (pilot project) di lapangan, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) untuk menjamin keberlanjutan dampak.

Keberlanjutan FGC ke siklus kedua didorong keberhasilan nyata pada fase perdana. Pada siklus pertamanya, FutureGen for Change berhasil mengeksekusi enam proyek percontohan berfokus pada empat area tantangan utama: reduksi stunting, mitigasi bencana banjir, optimalisasi urban farming, dan efisiensi pengelolaan sampah.

Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor, Semarang, dan Palembang, kolaborasi antara inovator lokal dan pemda tersebut telah menorehkan angka dampak yang signifikan, antara lain:

  • Kesehatan Masyarakat (Stunting): Lebih dari 3.400 anak berhasil dipantau status gizinya secara berkala melalui platform kesehatan digital yang dikembangkan oleh startup PrimaKu.
  • Mitigasi Bencana (Flooding): Risiko banjir di wilayah percontohan berhasil ditekan hingga 79 persen berkat penerapan sistem pemantauan debit air berbasis sensor digital oleh startup ReservoAir.
  • Ketahanan Pangan (Urban Farming): Hasil panen pertanian perkotaan meningkat tajam hingga 351 persen dengan mencatatkan angka zero failure (nol gagal panen) melalui teknologi pertanian presisi dari startup Lokatani.
  • Ekonomi Sirkular (Waste Management): Sebanyak 2,5 ton minyak jelantah dan sampah residu berhasil dialihkan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk diolah kembali menjadi produk baru bernilai ekonomi tinggi oleh startup Bantu Bumi.

Director of Innovation Pijar Foundation, Cynthia Krisanti menegaskan fase baru ini memegang peranan krusial dalam memperkuat ekosistem inovasi agar tidak berhenti di tahap eksperimen semata.

"Keberlanjutan FutureGen for Change menunjukkan bahwa inovasi tidak berhenti pada tahap ide maupun proyek percontohan," ujar Cynthia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perkuat Pengelolaan Hutan Desa, Belantara Foundation Salurkan Bantuan untuk KUPS
Perkuat Pengelolaan Hutan Desa, Belantara Foundation Salurkan Bantuan untuk KUPS
LSM/Figur
Dorong Inovasi Kota Berkelanjutan, 'FutureGen for Change' Ekspansi ke Tiga Kota Asia Tenggara
Dorong Inovasi Kota Berkelanjutan, "FutureGen for Change" Ekspansi ke Tiga Kota Asia Tenggara
LSM/Figur
Kasus Kanker Naik 66 Persen pada 2050, Perbesar Kesenjangan Kesehatan Dunia
Kasus Kanker Naik 66 Persen pada 2050, Perbesar Kesenjangan Kesehatan Dunia
Pemerintah
Kemandirian dan Ekosistem Jadi Daya Ungkit Ketangguhan UMKM
Kemandirian dan Ekosistem Jadi Daya Ungkit Ketangguhan UMKM
Pemerintah
OJK: Integrasi SRUK dan IDX Carbon Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Pasar Karbon Indonesia
OJK: Integrasi SRUK dan IDX Carbon Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Pasar Karbon Indonesia
Pemerintah
Peringatan WHO: 92 Persen Populasi Global Akan Terdampak Kanker
Peringatan WHO: 92 Persen Populasi Global Akan Terdampak Kanker
Pemerintah
Sangkulirang-Mangkalihat Simpan Cadangan Karbon 275 Gigaton, Selangkah Lagi Jadi Geopark Nasional
Sangkulirang-Mangkalihat Simpan Cadangan Karbon 275 Gigaton, Selangkah Lagi Jadi Geopark Nasional
LSM/Figur
Google, McKinsey, dan Tencent Investasi di Sektor Penyerapan Karbon Indonesia
Google, McKinsey, dan Tencent Investasi di Sektor Penyerapan Karbon Indonesia
Pemerintah
Simfoni Bunga dan Air, Napas Konservasi di Lereng Merapi
Simfoni Bunga dan Air, Napas Konservasi di Lereng Merapi
Swasta
RI Luncurkan Sistem Registri Unit Karbon Nasional, Empat Proyek Mulai Diperdagangkan
RI Luncurkan Sistem Registri Unit Karbon Nasional, Empat Proyek Mulai Diperdagangkan
Pemerintah
Kesenjangan Literasi Digital Masih Jadi Hambatan UMKM Adopsi AI
Kesenjangan Literasi Digital Masih Jadi Hambatan UMKM Adopsi AI
Swasta
Amazon Teken Kesepakatan Serap 2 Juta Ton Karbon Berbasis Alam
Amazon Teken Kesepakatan Serap 2 Juta Ton Karbon Berbasis Alam
Swasta
Kota-Kota di Asia dan Afrika Paling Terancam Cuaca Panas Ekstrem
Kota-Kota di Asia dan Afrika Paling Terancam Cuaca Panas Ekstrem
Pemerintah
Sekolah di NTT Raih Penghargaan Asia Pasifik Berkat Inovasi Olah Limbah Kulit Pisang
Sekolah di NTT Raih Penghargaan Asia Pasifik Berkat Inovasi Olah Limbah Kulit Pisang
LSM/Figur
IEA: Permintaan Gas Dunia Diperkirakan Turun 0,5 Persen Tahun Ini
IEA: Permintaan Gas Dunia Diperkirakan Turun 0,5 Persen Tahun Ini
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau