Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah akan mengombinasikan pembangunan infrastruktur fisik (gray infrastructure) dengan solusi berbasis alam (nature-based solutions), seperti rehabilitasi hutan mangrove untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir.
"Pada akhirnya tata kelola dan kelembagaan ini bisa menjadi game changer," kata AHY.
Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengingatkan kerugian sosial ekonomi akibat krisis iklim di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2.000 triliun pada 2029 apabila tidak segera diantisipasi.
Baca juga: Menko AHY: Giant Sea Wall Pantura Akan Dikombinasikan dengan Mangrove
Menurut Rachmat, sebanyak 319 kabupaten/kota di Indonesia saat ini masuk kategori memiliki tingkat kerentanan iklim sangat tinggi.
"Kalau tidak teratasi, ini berarti dua pertiga dari APBN kita bisa habis hanya gara-gara kerentanan iklim," ujar Rachmat.
Ia menambahkan, tingginya potensi kerugian ekonomi dipengaruhi posisi strategis Pantura Jawa yang menyumbang sekitar 27 persen PDB nasional dan menjadi lokasi sekitar 60 persen industri Indonesia.
Khusus Jakarta, kerugian akibat banjir, kerusakan infrastruktur, bangunan, serta hilangnya lahan produktif diperkirakan mencapai sedikitnya 186 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,9 triliun setiap tahun.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya